Medan, 4/5 (Antara) - Pengelolaan energi listrik di Sumatera Utara dinilai membingungkan karena daerah ini terus mengalami krisis energi yang tidak diketahui batas akhir penyelesaiannya.
"Uniknya lagi, krisis listrik itu malah dijadikan komoditi politik, seperti dalam kampanye," kata Ketua Komisi E Bidang Kesejahteraa Rakyat DPRD Sumut Brilian Moktar di Medan, Minggu.
Dalam dua pekan terakhir, kata Brilian, masyarakat Sumut sempat merasa bahagia karena pemadaman listrik akan berakhir setelah PT PLN (Persero) mengumumkan beroperasi GT-21 dan GT-22.
Apalagi PLN mengumumkan kondisi tersebut melalui beberapa media di Kota Medan sehingga masyarakat semakin yakin pemadaman akan berakhir.
Namun pihaknya merasa bingung karena pemadaman listrik bergilir terus berlangsung di Sumut meski PLN telah mengumumkan operasional dua mesin pembangkit tersebut.
Kebingungan juga muncul ketika PLN mampu menyediakan pasokan daya listrik yang mencukupi kebutuhan masyarakat Sumut ketika penyelenggaraan Pemilu 2014 berlangsung.
Namun setelah Pemilu selesai, pemadaman kembali berlangsung. "Ketika Pemilu (listrik) sempat aman, setelah itu mengulah lagi. Membingungkan, ketika Pemilu kok tidak defisit," katanya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga merasa prihatin dengan sikap Pemprov Sumut yang terkesan kurang bereaksi dan mengambil kebijakan strategis terkait seringnya pemadaman listrik di daerah itu.
"Seharusnya Gubernur (Sumut Gatot Pujonugroho) segera menemui Presiden (Yudhoyono) untuk membahas masalah itu," katanya.
Selaku ketua komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat, Brilian Moktar mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat tentang pemadaman listrik yang selalu terjadi.
Bahkan, pihaknya juga menerima keluhan dari dari pengelola rumah sakit di Kota Medan karena banyak peralatan medis yang rusak akibat sering mengalami pemadaman listrik.
Kondisi ironis juga didapatkan dari laporan Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan yang menyebutkan banyaknya kebakaran setelah pemadaman listrik berlangsung.
"Ternyata, 68 persen kebakaran di Medan disebabkan mati listrik," katanya. (I023)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.