Medan, 20/8 (Antara)- Sumatera Utara (Sumut) membutuhkan sedikitnya 75.000 unit rumah baru tiap tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan pertambahan penduduk daerah itu yang mencapai sekitar 300.000 setiap tahun.

"Tetapi kebutuhan rumah tersebut belum terpenuhi juga dan karena itu Pemprov Sumut sedang dan terus melakukan berbagai upaya termasuk bekerja sama dengan REI (Realestate Indonesia) dan pemerintah kabupaten/kota," kata Wakil Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi di Medan, Selasa.

Dia mengatakan itu saat membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Sumut ke-10 yang dihadiri juga oleh pengurus REI provinsi lain dan Sekjen DPP REI Eddy Hussy.

Menurut dia, tanpa kerja sama, sulit membangun rumah khususnya rumah sederhana untuk masyarakat berpengahsilan rendah (MBR) karena banyak kendala khususnya Pemprov Sumut yang tidak memiliki lahan.

"Makanya Pemprov Sumut mengajak REI untuk bekerja sama. Pemprov berupaya membantu pembangunan infrastruktur," kata Tomi.

Bantuan infrastruktur itu dan bantuan kemudahan lainnya diharapkan juga bisa diberikan pemerintah kabupaten/kota yang menjadi kawasan pembangunan perumahan itu.

Ketua REI Sumut Tomi Wistan menyebutkan salah satu kendala utama dalam pembangunan rumah sederhana adalah kesulitan mendapatkan lahan murah khususnya di perkotaan serta perizinan yang masih berbelit dan mahal serta infrastruktur yang minim.

"Kalau harga lahan dan perizinaan terus naik, bagaimana pengembang bisa membangun rumah sederhana dengan harga yang murah," katanya.

Untuk itu, kata dia, memang perlu peningkatan sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, kota dan termasuk perbankan yang menjadi penyedia keuangan atau pemberi kredit.

Dia mengakui, tahun ini dari target pembangunan 10.000 unit rumah sederhana, Rei masih bisa membangun 5.000an unit. ***4***

(T.E016/B/R. Malaha/R. Malaha)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026