Setidaknya lima orang warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing dinyatakan meninggal setelah diduga menghirup Hidrogen Sulfida (HS) yang berasal  dari pembukaan sumur PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Senin (25/1) siang.

Pada peristiwa ini setidaknya 27 warga juga terpaksa mendapat perawatan intensif di RSUD Panyabungan dan Puskesmas Sibanggor Jae karena mengalami gejala sesak nafas.

Dari informasi sementara yang dihimpun ANTARA di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan ke-lima warga yang meninggal tersebut adalah Suratmi (46 tahun), Kaila Zahra (5 tahun), Yusniar (5 tahun), Dahni (45 tahun dan Syahrani (15 tahun). Ke lima korban tersebut merupakan warga Desa Sibanggor Julu.

Sementara 27 orang warga setempat saat ini sedang dirawat di rumah sakit umum Panyabungan dengan gejala sesak napas.

Baca juga: Madina kembali laporkan nihil kasus COVID-19

Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan soal penyebab meninggalnya lima orang korban tersebut.

"Kita belum bisa pastikan, tapi dugaan sementara karena menghirup gas beracun. Kita masih fokus pada penyelamatan warga, kita tidak ingin korban bertambah. Saat ini yang meninggal 4 orang dan 27 orang sedang dalam perawatan, ada juga 1 orang anggota (Polisi) yang korban mengalami sesak napas.  semua korban sudah dirawat," kata AKBP Horas.

Terpisah, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis menyampaikan kejadian ini suatu musibah yang tidak diinginkan semua orang.

Baca juga: WALHI minta Pemerintah tindak tegas praktik tambang illegal di Madina

Dan, perusahaan PT SMGP, kata Erwin Lubis harus bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi itu. 

"Pertama yang perlu kami sampaikan bahwa peristiwa ini adalah musibah yang tidak pernah kita inginkan terjadi, dan perusahaan kami minta bertanggung jawab atas apa yang terjadi," ujarnya.

Dirinya juga mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak terprovokasi dan melakukan tindakan anarkis yang pada akhirnya menimbulkan masalah baru.

"Kita harus melihat secara objektif, kami minta semua menahan diri, dan mari kita doakan agar korban tidak bertambah. Permasalahan ini harus kita selesaikan dan sama-sama kita carikan solusi," kata Erwin Efendi Lubis.

Pewarta: Holik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021