Madina (ANTARA) - Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Mandailing Natal menyoroti maraknya aksi massa yang dipicu dugaan peredaran narkoba di sejumlah wilayah di Mandailing Natal (Madina). Fenomena ini dinilai sebagai akumulasi keresahan sosial masyarakat terhadap peredaran gelap narkotika yang belum tertangani secara optimal.
Wakil Ketua GRANAT Madina, Alkap Masri, SH, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian pembakaran rumah terduga bandar narkoba di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, yang terjadi baru-baru ini. Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan reaksi keras masyarakat akar rumput terhadap ancaman narkoba di lingkungan mereka.
"Kami sangat menyesalkan masih maraknya peredaran gelap narkotika di Madina. Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa mengambil sikap tegas terhadap para terduga pelaku narkoba,” ujar Alkap Masri yang dikonfirmasi, Selasa (16/12).
Ia menegaskan, aksi massa tersebut bukan semata-mata mencerminkan kegagalan pencegahan narkoba, melainkan justru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika.
“Yang saya lihat justru sebaliknya. Masyarakat akar rumput mulai sadar betul daya rusak narkotika terhadap kehidupan sosial, termasuk tingginya angka kejahatan. Kesadaran inilah yang mendorong warga bangkit dan melawan peredaran gelap narkoba ini,” katanya.
Terkait seringnya aksi massa terjadi di Madina, Alkap Masri menilai hal itu tidak serta-merta disebabkan oleh lemahnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Ia mengakui adanya keterbatasan aparat, namun meyakini kepolisian telah berupaya maksimal.
“Saya yakin kepolisian telah berbuat yang terbaik. Yang terjadi saat ini, masyarakat justru telah menjadi semacam unit reaksi cepat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ini adalah dampak positif dari sosialisasi pemerintah tentang Desa Bersinar (Bersih Narkoba),” jelasnya.
Dalam konteks pencegahan dan edukasi, GRANAT menilai upaya sosialisasi bahaya narkoba yang dilakukan pemerintah daerah beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak positif, terutama dengan pembentukan relawan dan komitmen Desa Bersinar.
“Ide Desa Bersinar ini sangat baik dan harus terus dilanjutkan, khususnya di wilayah pesisir. Harapannya, seluruh desa dan rumah tangga memiliki komitmen yang sama untuk bebas narkoba,” ujarnya.
Mengenai sinergi antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, GRANAT menilai fondasinya sudah ada dan tinggal diperkuat. Namun, terkait sejumlah kasus terbaru, pihaknya mengaku belum mendapatkan data lengkap terkait alasan keterlambatan penanganan.
“Secara prinsip, saya yakin aparat responsif. Tapi untuk kasus-kasus terakhir, kami belum memperoleh informasi detail mengapa belum segera ditangani,” tambahnya.
Sebagai solusi, GRANAT mendorong agar setiap laporan masyarakat terkait narkoba segera ditindaklanjuti secara tuntas agar tidak memicu aksi massa.
“Harapan masyarakat sederhana: tangani dan tuntaskan dengan baik. Jika tidak, jangan salahkan jika rakyat mengambil alih peran itu,” tegas Alkap Masri.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan satgas atau posko anti narkoba berbasis desa dengan memaksimalkan peran Relawan Desa Bersinar.
“Kita sudah punya relawan, tinggal disupport agar bisa bekerja maksimal di desanya masing-masing,” katanya.
Alkap Masri mengingatkan, jika persoalan narkoba dibiarkan berlarut, dampak jangka panjangnya sangat mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda Madina.
“Ancaman terbesarnya adalah lost generation. Pondasi pembangunan Madina akan rapuh. Jika kita terlambat sadar, maka semuanya bisa terlambat. Karena itu, kita harus bertindak mulai sekarang,” pungkasnya.
Fenomena aksi massa terkait narkoba di Madina memang kian mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, beberapa insiden serupa tercatat terjadi, mulai dari pembakaran rumah di Desa Tabuyung hingga aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera oleh warga sejumlah desa di wilayah Sihepeng Raya pada November 2025. Kondisi ini menjadi sinyal kuat perlunya penanganan narkoba yang lebih terintegrasi dan responsif di daerah tersebut.
