Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu meresmikan PLTMH berkapasitas 20 KW (20.000 watt) di Kecamatan Angkola Sangkunur.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) yang diresmikan berkat bantuan dari Provinsi Sumatera Utara yang didukung Pemerintah Pusat.

"Selain itu berkat upaya Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, selaku mitra kerja Kementerian ESDM RI," singgung Syahrul, Minggu (1/3).

PLTMH bernilai lebih kurang Rp3 miliar ini untuk memenuhi kebutuhan listrik non PLN masyarakat di LIngkungan Aek Sabatang Menek (anak kelurahan Rianiate) dan Bukkas (anak desa Malombu).

Baca juga: Bupati Tapsel hadiri penyerahan jembatan rambin yang dibangun PT.AR

"Kapasitas PLTMH Aek Sabatang Menek (20 KW) ini tergolong besar kedua kita resmikan PLTMH di Desa Gurahut, Kecamatan Aek Bilah 2018 lalu berkapasitas 53 KW (53.000 watt)," ungkapnya.

Panjang kabel listrik PLTMH Aek Sabatang Menek dari pusat pembangkit (Turbin) dengan 102 tiang listrik mencapai 5.200 meter (5,2 km) untuk 235 sambungan rumah warga, sekolah, dan rumah ibadah (gereja).

"Semuanya gratis, masyarakat tinggal 'klik' lampu langsung hidup," katanya seraya mengajak masyarakat penerima manfaat listrik non PLN ini berucap terimakasih kepada pemerintah.  

Baca juga: Galeri batik dan tenun bantuan BI diresmikan, Bupati Tapsel: Saya tidak mau ini tidak jalan

Dalam dua periode Syahrul 'membidani' Kabupaten Tapanuli Selatan (sejak 2010-2015 dan 2016-2021) sudah ada 20 unit pembangkit listrik yang terbangun baik PLTMH maupun PLTS (Pembangit Listrik Tenaga Surya) terpusat yang sedikitnya 3.637 sambungan dengan belasan ribu warga yang menerima manfaatnya.

"Semua itu dilakukan berkat pendekatan serta lobi-lobi baik di Provinsi maupun Pusat sebagai upaya pelayanan pemerintah kepada rakyat dalam hal pemenuhan lampu listrik," sebutnya.
 
Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu disela peresmian memerhatikan langsung komponen pemasangan jaringan tegangan listrik dihasilkan PLTMH Aek Sabatang Menek berkapasitas 20 KW di Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (Antara Sumut/Kodir)


Tapanuli Selatan memiliki 212 Desa dan 36 Kelurahan dengan lebih kurang 800 Dusun/Kampung/Lingkungan yang tersebar di 15 Kecamatan se-Tapanuli Selatan.

"Alhamdulillah, sekarang semua yang namanya Desa di Tapanuli Selatan yang sebelumnya sejak Indonesia merdeka belum belum mengenal listrik kini 'merdeka' menikmati listrik," ungkapnya.   

Baca juga: Gubsu sebut prospek wisata Aek Sijorni Tapsel cukup menjanjikan
 
Pun demikian, Syahrul akan terus berupaya akan melakukan lobi-lobi agar bagaimana sedikit kampung/lingkungan yang masih belum teraliri listrik agar bisa teraliri listrik.

"Program ini juga tidak lepas merupakan program Presien RI Joko Widodo untuk mengembangkan energi baru terbarukan," sebut Syahrul lebih jauh.

Masyarakat Kecamatan Angkola Sangkunur umumnya juga diajak untuk dapat menjaga lingkungan agar tidak menebangi pohon ataupun hutan demi terjaganya sumber air sebagai bahan baku memutar turbin PLTMH Aek Sabatang Menek.

Kepala Desa Malombu, Sabriyal Siregar atas nama masyarakat kepada ANTARA menyampaikan dengan adanya PLTMH ini mereka mengucapkan ribuan terimakasihnya kepada pemerintah terutama kepada Pemkab (Bupati) Tapanuli Selatan.

Turut hadir bersama rombongan bupati di acara ini Kadis Perindustrian Daerah Tapanuli Selatan Zulfahmi, Kadis Pendidikan Amros Karangmatua, Ketua Harian KONI Zunaidi (Jon), Kabag Humas/Protokol Isnut Siregar, dan lainnya.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020