"Saya tidak mau galeri batik dan tenun ini tidak jalan. Atau setelah diresmikan pemakaiannya, lalu tiga enam bulan kedepan mandek alias tutup," tegas Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu.

Penegasan Syahrul tujukan kepada (Kepala) Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan saat sambutan diacara persemian Galeri Batik dan Tenun bantuan Bank Indonesia tersebut, Kamis (27/2).

Baca juga: Bupati Tapsel hadiri penyerahan jembatan rambin yang dibangun PT.AR

Sisi lain Syahrul mengapresiasi adanya bantuan bangunan galeri yang menelan dana mencapai 500 juta ini, hanya saja dia (Syahrul) tidak sepakat kalau pengelolaannya nanti amburadul ata tidak profesinal.

"Lebih baik saya keras menyampaikannya sekarang daripada kesannya belakangan hanya bersifat serimonial atau sebatas pengguntingan pita, saya tidak suka begitu," katanya dihadapan Pimpinan BI Sibolga Suti Masniari Nasution yang hadir diacara tersebut.

Baca juga: Sungai Batang Angkola Tapsel ambil korban

Apalagi posisi galeri sangat strategis pinggir Jalinsum dekat dengan pusat Perkantoran Pemkab Tapsel yang banyak pujian, Kebun Raya Sipirok, dan Masjid Agung berada didekatnya.

"Sehingga daerah itu akan menjadi pusat perhatian. Akan banyak kunjungan masyarakat baik dalam maupun luar daerah. Kan, malu kita apabila galeri ini nantinya kedepan tidak terurus," sebutnya.
 
Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu (tengah) berama Sekda Tapanuli Selatan Parulian Nasution, Kepala BI Sibolga Suti Masniari Nasution serta pejabat dan pengarin tenun Sipirok foto bersama dengan latar belakang bangunan galeri batik dan tenun daerah setempat. (ANTARA/Kodir)


Syahrul lebih jauh menekankan Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM harus dapat bertanggungjawab keberadaan kemajuan galeri dalam rangka promosi produk unggulan masyarakat seperti Batik, Tenun, maupun komoditi lain seperti gula semut, kopi, dan lainnya.

"Tentu juga harus didukung penuh para pengrajin batik maupun tenun maupun komoditi lainnya, agar galeri ini dapat berjalan dan berdayasaing," tambahnya.

Untuk daya saing pangsa pasarnya Syahrul juga berpesan kepada pengrajin agar bisa menjaga mutu atau kualitas produk serta motif agar lebih laris manis dipasaran, bahkan dicari orang.

Sementara Kepala BI Suti Masniari Nasution, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan keberadaan galeri, dan bahkan akan menurunkan disigner untuk mentranspormasikan ilmunya kepada pengrajin tenun dan batik Sipirok (Tapsel) agar hasilnya lebih modern dan memiliki pangsa pasar.

Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu dan Kepala BI Sibolga Suti Masniari Nasution, keduanya sepakat bahwa kehadiran galeri ini sebagai pusat promosi produk unggulan daerah, disamping upaya peningkatan pendapatan kesejahteraan para pengrajin daerah.

Dalam kesempatan itu bupati juga menyampaikan bahwa lebih kurang sekitar 4 ribu PNS dijajarannya tahun anggaran ini akan menggunakan pakaian dinas berbahan tenun Sipirok senilai hampir Rp1 milyar.

"Ini sebagai bukti dukungan agar pengrajin tenun lebih bergiat," katanya dihadapan yang hadir seperti Sekda Parulian Nasutoion, pihak PT.Agincourt Resources, rombongan Kepala BI, dan pejabat eselon Pemkab Tapsel.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020