Medan (ANTARA) - PT Bank Sumut (Perseroda) meluncurkan program KUR BERKAH sebagai solusi pembiayaan inklusif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha mikro dan kelompok perempuan pra-sejahtera.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan, bahwa KUR BERKAH dihadirkan sebagai bentuk nyata keberpihakan Bank Sumut terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil.

"KUR BERKAH dirancang berbasis kelompok untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pra-sejahtera sekaligus membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir,” ujar Heru dalam Tapanuli Economic Forum 2026 di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (6/5).

Dalam kesempatan ini, Bank Sumut menyerahkan secara simbolis program KUR BERKAH kepada 13 nasabah atas dua kelompok usaha mikro, dan  merealisasikan penyaluran KUR dengan skema bunga 0 persen.

Bank Sumut juga memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, serta kelompok tani program penyaluran KUR bagi petani jagung.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan atas pengelolaan keuangan daerah, peningkatan layanan perbankan, serta percepatan program pembangunan daerah berbasis digital.

"Melalui kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah dari hulu hingga hilir, memperluas inklusi keuangan, mempercepat transformasi digital layanan publik, dan transaksi keuangan daerah," tutur Heru.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana.

"Pemulihan ekonomi terus kami dorong melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta penguatan sektor riil, seperti pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Sumut dan BUMD sebagai pembeli tetap guna memastikan hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar, dan menciptakan efek ekonomi berkelanjutan.

Bupati Tapanuli Selatan juga mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mendorong percepatan digitalisasi daerah, termasuk inovasi implementasi QRIS Resto.

"QRIS Resto ini dinilai menjadi terobosan penting dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah," papar Gus Irawan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera menyoroti pentingnya penguatan sektor unggulan daerah dan hilirisasi komoditas strategis seperti kopi dan minyak sawit mentah (CPO).

"Komoditas strategis kopi dan CPO untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bernilai tambah," katanya.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien menyebutkan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di Tapanuli Selatan memiliki prospek yang sangat baik.

"Tingkat NPL hanya sebesar 0,04 persen. Ini menunjukkan kualitas kredit sektor pertanian di Tapanuli Selatan sangat sehat, dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sinergi bersama perbankan, termasuk Bank Sumut," tuturnya.

 



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026