Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar bersama Dinas Perdagangan Kota Pematangsiantar melakukan pengecekan langsung ketersediaan dan harga MinyaKita di Pasar Horas, Kamis, menyusul adanya pemberitaan terkait pasokan minyak goreng rakyat tersebut di daerah itu.
Kepala Perum Bulog Cabang Pematangsiantar Berdian Wiradika Damanik mengatakan hasil pengecekan menunjukkan MinyaKita masih tersedia di pasaran dengan harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.
“Hari ini bersama Dinas Perdagangan Kota Pematangsiantar melakukan pengecekan langsung, dan dapat kita lihat MinyaKita tersedia dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter,” ujar Berdian.
Ia mengatakan Menteri Perdagangan telah menugaskan BUMN pangan, yakni Perum Bulog dan ID Food, sebagai Distributor Satu (D1) MinyaKita.
Dalam ketentuan tersebut, Bulog bertugas memasok langsung MinyaKita kepada pedagang pengecer di pasar tradisional maupun pengecer di luar pasar tanpa melalui perantara.
Berdian menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan Polres setempat, dan pihak terkait lainnya guna memastikan pasokan MinyaKita tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain di Pematangsiantar, Bulog juga melakukan pemantauan harga dan pasokan secara berkelanjutan di berbagai daerah melalui pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun pasar lainnya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga, Bulog memperkuat distribusi ke pasar tradisional dan titik penjualan strategis, melakukan monitoring penyaluran secara berkala, serta memperluas distribusi melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Bulog juga mengawasi distribusi agar tepat sasaran dan mencegah terjadinya penyimpangan dalam rantai perdagangan.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan MinyaKita terus diupayakan tersedia secara bertahap di pasar dan jaringan pengecer resmi.
Bulog turut mengajak seluruh pihak menjaga situasi pasar tetap kondusif dan tidak membangun persepsi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Apabila ditemukan indikasi penjualan di atas HET atau praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan, termasuk menggunting kemasan dan menjual MinyaKita secara curah, maka hal tersebut menjadi ranah pengawasan pemerintah bersama aparat terkait.
Selain itu, Bulog berkomitmen menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan MinyaKita tepat waktu serta menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Saya juga meminta komitmen para produsen MinyaKita di Sumatera Utara untuk memasok ke Bulog dan distributor lainnya sehingga MinyaKita dapat tersedia dengan harga terjangkau,” kata Berdian.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026