Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara berhasil menyerap gabah kering panen (GKP) petani di wilayah kerjanya hingga 26 Mei mencapai 40,61 persen dari target Desember 2026.

“Capaian 40,61 persen tersebut setara 28.231 ton gabah dari target total sekitar 62.718 ton hingga Desember 2026,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Kamis.

Budi mengatakan penyerapan gabah tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Batu Bara.

Lebih lanjut, ia mengatakan potensi penyerapan gabah pada Juni dan Juli 2026 diperkirakan meningkat seiring sejumlah daerah memasuki musim panen, seperti Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

“Kami optimistis penyerapan gabah ke depan lebih baik, karena di beberapa daerah curah hujan masih rutin sehingga hasil panen dapat maksimal,” katanya.

Bulog Sumut menyatakan gabah hasil serapan tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk digunakan sesuai penugasan pemerintah, di antaranya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana alam.

Budi menambahkan sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan pokok, Bulog memiliki tugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Pihaknya menargetkan penyerapan gabah kering panen sebesar 62.718 ton pada 2026 guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Bulog Sumut mencatat stok di gudang mencapai 66.671 ton guna menjaga ketersediaan pangan pokok di wilayah Sumatera Utara.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026