Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan 334 ton jagung pipil melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur di wilayahnya guna menjaga stabilitas harga telur.

"Kami sudah menyalurkan 334 ton jagung SPHP kepada peternak ayam petelur yang sebelumnya telah didata," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Kamis.

Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP tersebut ditujukan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.

Ia mengatakan total alokasi penyaluran jagung SPHP kepada enam peternak mencapai 1.116 ton di wilayah tersebut.

"Penyaluran jagung SPHP dilakukan secara bertahap. Untuk itu, kami meminta peternak ayam petelur segera mengambil jagung tersebut di Gudang Bulog," katanya.

Menurut dia, penyaluran jagung SPHP diharapkan dapat membantu peternak ayam petelur guna menekan biaya produksi sehingga harga telur di pasaran tetap stabil.

"Penyaluran jagung SPHP bertujuan membantu peternak ayam petelur meningkatkan produksi sehingga harga telur tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Bulog Sumut mencatat stok jagung di gudangnya mencapai 4.100 ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena penyerapan masih berlangsung di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri dan pemerintah daerah.

Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.

 



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026