Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyerap sebanyak 14.992 ton beras dari petani di wilayah kerjanya sepanjang Januari hingga 3 Juni 2026.
"Sampai hari ini, pengadaan penyerapan beras 14.992 ton tersebut telah mencapai sekitar 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 sebesar 35.000 ton," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Budi mengatakan penyerapan beras tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Lebih lanjut, ia mengatakan potensi penyerapan beras masih tersedia di sejumlah daerah pada Juli 2026, seperti Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Langkat.
"Kami optimistis pengadaan beras dapat mencapai target pada Desember 2026 sebagai cadangan pangan di wilayah Sumatera Utara," katanya.
Budi mengatakan capaian penyerapan di Sumatera Utara tersebut juga berkontribusi terhadap realisasi pengadaan beras secara nasional.
Saat ini, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar empat juta ton yang ditetapkan pemerintah pada 2026.
"Gabah hasil serapan tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk digunakan sesuai penugasan pemerintah, di antaranya untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana alam," ujarnya.
Budi menambahkan, sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan pokok, Bulog memiliki tugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Di sisi lain, Bulog Sumatera Utara mencatat stok beras di gudang mencapai sekitar 59.000 ton untuk menjaga ketersediaan pangan pokok di wilayah tersebut.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.