Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyalurkan bantuan rehabilitasi bagi tiga gereja terdampak bencana banjir di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Kamis (5/3).

Bantuan Inalum tersebut diserahkan kepada Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan, SH MH, kemudian diteruskan kepada gereja-gereja penerima manfaat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Inalum atas kepedulian dan dukungannya," kata Oloan dalam keterangan tertulis di Medan, Kamis (12/3).

Adapun bantuan yang diberikan kepada tiga gereja mengalami kerusakan akibat banjir di Humbang Hasundutan, yaitu HKBP Panggunggungan, HKI Jagapayung, dan GKLI Bantoon.

"Bantuan ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat," tutur Oloan.

Pendeta Gereja HKI Jagapayung Timbul Barita Sitorus mewakili penerima bantuan mengapresiasi Inalum dan Pemkab Humbahas atas bantuan yang diberikan.

"Kami berterima kasih kepada Inalum yang telah memberikan perhatian kepada gereja-gereja yang terdampak bencana, bahkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei," katanya.

"Bantuan ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki gereja, dan mendukung kenyamanan jemaat dalam beribadah," ujar Pdt Timbul.

Kepala Departemen CSR Inalum Zainuddin Iqbal Sidabutar menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung masyarakat di wilayah operasional.

Khususnya, dalam proses pemulihan pascabencana terutama untuk fasilitas keagamaan dan fasilitas umum.

"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Humbahas. Inalum terus mendampingi masyarakat, tidak hanya masa tanggap darurat, tetapi juga tahap rehabilitasi pascabencana," kata Zainuddin.

Bantuan ini, lanjut dia, merupakan bagian salah satu komitmen perusahaan dalam melakukan pemulihan pasca bencana akhir November silam.

"Banjir bandang telah melanda sejumlah wilayah di Humbang Hasundutan akhir November 2025, dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap, dan memicu longsor di beberapa titik," tutur Zainuddin.

 



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026