Medan (ANTARA) - Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi remaja berusia 15 tahun yang hanyut di Sungai Lae Sembelin, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban bernama Feri Imanuel, seorang pelajar warga Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Slima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, ditemukan meninggal dunia.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada Rabu dini hari pada pukul 00.30 WIB," ujar Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Rabu.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata dia, korban bersama teman-temannya tengah mandi di Sungai tersebut pada Minggu (8/1). Saat tengah mandi korban terseret arus sungai yang diduga cukup deras, yang mengakibatkan korban hilang dari permukaan air.

Mengetahui kejadian tersebut teman-teman korban segera meminta pertolongan warga sekitar.

"Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian, namun korban tidak berhasil ditemukan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Basarnas Kelas A Medan melalui BPBD Kabupaten Dairi pada Senin (09/03/2026) pukul 07.10 WIB untuk meminta bantuan SAR," kata dia.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya mengerahkan tujuh personel tim rescue menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Dairi, Polsek Silima Pungga-Pungga, perangkat desa, serta masyarakat setempat, sebelum melaksanakan operasi pencarian.

Dalam proses pencarian tim SAR membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Lae Sembelin dari lokasi kejadian menuju arah hilir.

Sementara tim kedua melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal dengan radius pencarian hingga dua kilometer

Selain itu tim SAR juga melakukan penyisiran aliran sungai dengan menggunakan perahu rafting serta mengerahkan berbagai peralatan SAR seperti peralatan water rescue, peralatan mountaineering, peralatan medis, serta perangkat komunikasi SAR guna memaksimalkan proses pencarian.

"Korban yang ditemukan kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan selanjutnya," sebut dia.

Atas peristiwa nahas tersebut, pihaknya menyampaikan belasungkawa serta apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban. Setelah dilakukan pencarian secara maksimal oleh tim SAR gabungan selama beberapa hari, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026