Medan (ANTARA) - Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi terhadap remaja berusia 16 tahun yang terseret air di Sungai Belawan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika dalam keterangan diterima di Medan, Rabu, mengatakan korban bernama Muhamad Riski ditemukan meninggal dunia.

 

 

"Korban ditemukan pada Rabu (15/4) pagi, sekitar pukul 07.50 WIB dalam keadaan meninggal dunia," ujar dia.

 

 

Ia menjelaskan korban ditemukan mengapung di bawah jembatan yang berjarak satu kilometer dari lokasi awal kejadian.

 

 

Ia menjelaskan peristiwa naas tersebut bermula ketika korban bersama teman-temannya berenang di sungai tersebut pada Senin (13/4). Namun, saat menyeberangi sungai korban hanyut terseret arus.

 

 

Ia mengatakan teman-teman korban berserta warga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut berupaya menolong dan melakukan pencarian.

 

 

"Setelah melakukan pencarian dengan hasil nihil. Keluarga korban melalui Lurah Tanjung Selamat melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan untuk meminta bantuan SAR," kata dia.

 

 

Dalam operasi SAR, Hery mengatakan tim melakukan penyisiran intensif dengan metode kombinasi, meliputi penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai, pencarian menggunakan perahu rafting di aliran Sungai Belawan serta pemanfaatan teknologi seperti aqua eye dan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban.

 

 

"Sejak hari pertama, tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan berbagai metode, baik penyisiran darat maupun air, serta didukung penggunaan peralatan teknologi seperti aqua eye dan drone thermal. Pada hari ketiga ini, korban berhasil ditemukan pada pagi hari dalam kondisi meninggal dunia," kata dia.

 

 

Ia mengatakan operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Polsek Sunggal, BPBD Kota Medan, perangkat Kelurahan setempat, masyarakat dan keluarga korban.

 

 

"Korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup," kata dia.

 

 

Atas peristiwa nahas tersebut, pihaknya menyampaikan belasungkawa serta apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

 

 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026