Padang Lawas Utara (ANTARA) - Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Tim pengawasan melibatkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bangun Parlaungan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ridi AP, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, perwakilan Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, serta unsur Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam keterangan yang diterima, Jumat, menyebut, di lapangan tim satgas menemukan harga sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP), di antaranya beras medium dan bawang putih.

Harga beras medium tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram. Kenaikan harga ditengarai dipicu rantai distribusi yang panjang. Gabah hasil panen petani setempat dikirim ke pabrik penggilingan di Tebing Tinggi sebelum kembali dipasarkan ke Padang Lawas Utara dalam bentuk beras siap jual.
 
"Kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan kapasitas mesin penggilingan padi di daerah.
Untuk komoditas Minyakita, Dinas Perindag mencatat harga relatif stabil di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter bagi pengecer yang terdaftar dalam aplikasi Simirah," kata tim.

Meski demikian, sejumlah pedagang mengeluhkan keterbatasan pasokan. Inspeksi di tiga toko grosir, yakni Toko Sitompul, Toko Putra Barimbing, dan Toko Sahabat, menunjukkan stok Minyakita masih terbatas. Salah satu toko hanya menerima 100 kardus per dua pekan, sementara kebutuhan konsumen bisa mencapai jumlah yang sama dalam tiga hari.

Sementara itu, hasil pantauan di Pasar Gunungtua menunjukkan harga daging sapi relatif stabil dan stok mencukupi. Rincian harga kebutuhan pokok antara lain daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000–Rp130.000 per kilogram, telur ayam ras Rp28.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp25.000 per kilogram, cabai rawit Rp30.000–Rp35.000 per kilogram, serta bawang merah dan putih Rp35.000–Rp36.500 per kilogram. Mayoritas komoditas hortikultura di pasar tersebut dipasok dari wilayah Siborongborong.

Satgas Pangan menyatakan akan terus melakukan pengawasan intensif hingga periode HBKN 2026 berakhir. Pemerintah daerah juga mendorong penambahan mitra Rumah Pangan Kita (RPK) melalui BULOG guna memperlancar distribusi beras dan Minyakita di wilayah tersebut.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026