Medan (ANTARA) - Kodam I/Bukit Barisan (BB) membuat mesin insinerator sebagai upaya menekan volume sampah sekaligus wujud mendukung pengelolaan ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
"Alat insinerator mobile tersebut guna memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah di titik strategis sekitar komplek Kodam dan wilayah sekitarnya," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Rabu.
Asrul mengatakan insinerator tersebut merupakan alat pembakar sampah berbasis teknologi yang dirancang efektif dan efisien untuk menekan jumlah sampah rumah tangga.
Selain menekan volume sampah, lanjut dia sarana tersebut juga mendukung peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah melalui penggunaan alat bantu yang praktis dan mudah digunakan.
"Dalam proses pembuatannya, insinerator mobile dirancang dengan menggunakan rangka baja beroda agar mudah dipindahkan," ucapnya.
Menurutnya, sistem pembakaran memanfaatkan drum logam sebagai ruang bakar yang dilengkapi saluran udara, sementara asap hasil pembakaran dialirkan melalui sistem filter berbahan penyaring untuk mengurangi polutan sebelum dilepaskan ke udara.
"Sementara itu, insinerator rumah tangga dibuat dengan desain lebih sederhana dan aman untuk lingkungan permukiman,"
Ia mengatakan alat tersebut menggunakan drum logam dengan sistem sirkulasi udara, rak pembakaran, serta saluran asap yang diarahkan menjauhi bangunan, sehingga cocok digunakan di area terbuka dengan pengawasan.
Kapendam mengatakan pembuatan insinerator rumah tangga dan mobile tersebut merupakan bagian dari komitmen Kodam I/BB dalam mendukung penanganan darurat sampah nasional.
"Melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang sederhana dan ramah lingkungan, kami berupaya menekan volume sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kodam I/BB buat insinerator tekan volume sampah wujud ramah lingkungan
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026