Medan, Sumut (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, berkomitmen meningkatkan keindahan kota dengan menargetkan 12 ruas jalan di wilayahnya bebas dari kabel udara pada 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Alam Bina Marga dan Bina Kontruksi Gibson Panjaitan mengatakan upaya tersebut merupakan program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) yang digagas pemerintah kota.
"Pemkot Medan terus mempercepat program Medan Rapi Tanpa Kabel sebagai bagian dari penataan infrastruktur dan peningkatan estetika kota," ujar Gibson di Medan, Selasa.
Ia mengatakan 12 ruas jalan yang akan dilakukan pengerjaan tanpa kabel tersebar di Jalan Dr Mansyur, Jalan Juanda, Jalan Zainul Arifin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Bhayangkara, Jalan Gaperta, Jalan Karya Wisata, Jalan Metereologi, Jalan GM Panggabean, Jalan Kejaksaan, Jalan Candi Borobudur, dan Jalan Candi Mendut.
Gibson mengatakan ke-12 ruas jalan tersebut merupakan jalan utama sebagai prioritas penataan.
"Saat ini, pengerjaan di Jalan Dr Mansyur telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, di Jalan Juanda progres pembongkaran telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada bulan ini," kata dia.
Sementara, ia menambahkan Jalan Zainul Arifin baru mulai dilakukan pembongkaran tiang dan pemutusan kabel udara dan Jalan Iman Bonjol pekerjaan masing berlangsung berupa penggalian serta penyambungan jaringan kabel bawah tanah.
"Untuk ruas jalan lain sebagian jaringan utilitas sudah mulai tersambung ke sistem bawah tanah," sebut dia.
Untuk meningkatkan efisiensi, ia mengatakan pemerintah kota setempat mengintegrasikan penataan kabel dengan proyek penataan trotoar melalui skema joint program.
Tercatat, enam ruas jalan yang pengerjaan trotoarnya dilakukan bersamaan dengan penurunan jaringan utilitas ke bawah tanah.
"Langkah ini diambil agar proses penggalian tidak dilakukan berulang kali dan hasil penataan menjadi lebih," jelas dia.
Pihaknya pun optimistis pengerjaan tanpa kabel tersebut akan rampung pada waktu telah ditentukan demi mewujudkan kota yang tertata, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya.
"Tantangan utama berada pada lokasi pengerjaan yang mayoritas berada di kawasan pusat kota," ujarnya.
