Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution optimistis ketersediaan beras di daerahnya aman hingga Ramadan dan Idulfitri 2026, meskipun sekitar 8.000 hektare lahan sawah terdampak banjir.

Optimisme itu disampaikan Saipullah saat menghadiri panen raya padi varietas Inpari 32 di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Rabu (27/1).

“Alhamdulillah kita lihat hari ini panen serentak. Secara simbolis kita lakukan hari ini dan memang kita lihat padinya juga cukup unggul. Mudah-mudahan hasilnya bisa menaikkan indeks pertanaman (IP) kita,” kata Saipullah.

Ia menjelaskan, panen tersebut merupakan hasil dari program bantuan benih padi Inpari 32 yang disalurkan pemerintah daerah kepada kelompok tani sejak tahun lalu. Selain benih, pemerintah juga menyalurkan pupuk secara langsung kepada kelompok tani penerima.

Menurut Saipullah, kebijakan itu dilakukan untuk memotong mata rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan menyulitkan petani.

“Dengan memotong mata rantai yang begitu panjang, produktivitas hasil pertanian meningkat dan jadwal panen bisa terlaksana sesuai dengan yang kita rencanakan,” ujarnya.

Meski sebagian lahan pertanian terdampak banjir, Saipullah menyebut Madina secara statistik masih berada dalam kondisi surplus beras.

"Harapan kita, surplus itu bisa menutupi kebutuhan di masa sulit ini, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga menjelaskan, varietas Inpari 32 juga dapat ditanam di lahan kering atau padi gogo.

“Waktu itu ada bantuan untuk 143 hektare di enam desa dengan total benih 3,7 ton. Dari luasan tersebut, 48 hektare berada di Gunung Baringin,” katanya.

Ia menambahkan, ketersediaan beras ke depan relatif aman karena secara bertahap beberapa wilayah akan memasuki masa panen.

“Tiga bulan ke depan, secara berurutan Kecamatan Panyabungan Timur, Kecamatan Siabu, dan kawasan Mandailing Julu akan memasuki masa panen,” ujarnya.


Tokoh masyarakat setempat, Darwin, mengaku bangga atas kedekatan Bupati Madina dengan masyarakat. Ia berharap program bantuan pertanian dan perkebunan terus berlanjut.

“Kalau boleh minta, kami ingin mendapat bantuan lagi, baik bibit durian, manggis, atau yang lainnya karena itu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Perwakilan Kelompok Tani Sapadan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Madina atas pembangunan bendungan dan saluran irigasi. Infrastruktur tersebut memungkinkan lahan yang sebelumnya digunakan sebagai kebun kembali dimanfaatkan untuk menanam padi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Saipullah bersama warga Gunung Baringin juga makan bersama menggunakan daun pisang sebagai pengganti piring atau dikenal dengan istilah marpinggan bulung.

Tradisi tersebut merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Mandailing saat musim panen, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026