Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan semua sekolah negeri di bawah Dinas Pendidikan Sumut teraliri listrik dan internet.
"Realisasi akses listrik dan internet SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut keseluruhannya sudah teraliri listrik dan internet," ucap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga dalam temu pers di Medan, Rabu.
Untuk kelistrikan, kata dia, tujuh sekolah dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 25 sekolah dilakukan perbaikan instalasi listrik, dan 21 sekolah mendapatkan penambahan daya listrik.
Akses internet pada 2025, ujarnya, terdapat total 163 SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut telah dipasang jaringan internet.
"Ini upaya Pemprov Sumut menyelaraskan digitalisasi pendidikan, sehingga diharapkan kualitas guru dan siswa semakin meningkat serta melek teknologi," kata Alex --sapaan akrabnya.
Pihaknya juga menerapkan strategi pemenuhan akses listrik dan internet di wilayah Sumatera Utara dengan menyesuaikan kondisi daerah.
"Untuk daerah yang tidak memiliki tiang listrik, dipasang PLTS. Namun, apabila tersedia jaringan listrik, kami berkolaborasi dengan PLN," katanya.
Terkait dengan akses internet, katanya, apabila tidak tersedia tiang jaringan maka digunakan internet Starlink, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang dipasang PLTS.
Dia menjelaskan upaya pemenuhan akses listrik dan internet di SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut ini bertujuan menyelaraskan digitalisasi pendidikan.
"Mustahil kita lakukan digitalisasi pendidikan, kalau tools-nya belum memadai. Makanya akses listrik dan internet harus dipenuhi, sehingga proses belajar digital bisa semakin interaktif," ucap dia.
Dia mengharapkan melalui pemenuhan akses listrik dan internet ini kualitas guru dan siswa semakin meningkat, tidak ada lagi daerah tertinggal, seluruh siswa dan guru melek teknologi.
"Output-nya untuk penguasaan internet akan ada kesetaraan, tidak ada perbedaan antara daerah 3T dengan daerah yang gampang akses listrik dan internetnya,” katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan proyek nasional digitalisasi pendidikan bertujuan membangun ekosistem digitalisasi pembelajaran di sekolah dengan menyediakan perangkat dan infrastruktur pendukung.
"Komponen utama dalam proyek strategis nasional ini meliputi penyediaan smart phone, laptop, media penyimpanan konten (external hard disc drive), akses internet satelit dan panel surya untuk satuan pendidikan yang tidak terhubung ke internet dan atau akses listrik," ujar dia saat kunjungan kerja ke Sulut di Manado, Jumat (26/9).
Ia mengatakan proyek strategis nasional ini juga mencakup penyediaan konten pembelajaran berkualitas melalui platform digital yang sudah dimiliki Kemdikdasmen.
Dia menjelaskan proyek nasional digitalisasi pendidikan adalah program yang memang menjadi bagian prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Tahun ini digitalisasi pendidikan dapat melibatkan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan di Indonesia," ujarnya.
