Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara (Sumut) mendata sedikitnya 71 rumah di wilayah itu mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan melaporkan hal itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sudah kami laporkan yakni sebanyak 71 rumah," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas di Medan, Selasa.

Ia mengaku rumah yang mengalami kerusakan tersebut telah dilakukan verifikasi dan sudah disampaikan langsung dalam rapat koordinasi bersama Kemendagri.

Meski tidak merinci secara keseluruhan, Wali Kota Rico Waas mengatakan pemerintah kota tengah menunggu arahan pemerintah pusat terkait tindak lanjut pendataan rumah tersebut.

Selain mendata rumah rusak, Wali Kota Rico Waas mengatakan pihaknya juga telah mendata masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Ia mengatakan Pemkot Medan juga tengah menunggu bantuan santunan bagi masyarakat terdampak dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Di rapat koordinasi sudah disampaikan. Semua dalam proses," kata Wali Kota Rico Waas.

Nantinya, kata dia, sistem penyaluran bantuan tersebut bakal ditindaklanjuti setelah menerima koordinasi dari pemerintah pusat.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mendata rumah yang mengalami kerusakan terdiri dari 20 unit rusak berat, 23 unit rusak sedang, dan 28 rusak ringan.

Pusdalops mendata sebanyak 53.215 jiwa dari 17.472 Kepala Keluarga (KK) di Kota Medan terdampak banjir yang terjadi pada 27 November 2025.



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026