Medan (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengatakan, Provinsi Sumut memasuki masa transisi bencana setelah status tanggap darurat berakhir pada 31 Desember 2025.
"Penanganan bencana terus kita lakukan, tanggap darurat ini berakhir pada 31 Desember 2025. Kita memasuki masa transisi,” kata Surya, usai acara doa lintas agama di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Rabu (31/12) malam.
Surya berharap masa transisi ini bisa berjalan lancar dan cepat, khususnya untuk pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution memperpanjang status tanggap darurat hingga tiga kali lamanya setelah bencana hidrometeorologi menerjang provinsi ini.
Yakni pada 27 November hingga 10 Desember 2025, dilanjutkan 11 Desember hingga 24 Desember 2025, dan 25 Desember sampai 31 Desember 2025.
"Kita doakan masa transisi bisa berjalan dengan lancar dan cepat," tutur Surya.
Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengadakan doa lintas agama memasuki awal 2026, salah satunya dikhususkan pemulihan bencana.
Peran tokoh agama saat ini, menurut Surya, sangat penting karena bisa sebagai penyejuk, dan penguat harapan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.
"Peran tokoh agama strategis, bukan hanya pemimpin umat, tetapi juga menjadi penyejuk, penguat harapan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Surya.
Kepada masyarakat Sumut yang merayakan Tahun Baru 2026, Surya mengimbau, agar dilakukan secara sederhana.
"Kami harapkan merayakan tahun baru dengan sederhana, tidak berlebihan dan tidak hura-hura, seperti yang kita laksanakan hari ini dengan doa lintas agama," kata Surya.
