Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mengupayakan percepatan penanganan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam empat hingga lima hari terakhir. Gangguan pasokan itu dipicu terputusnya akses distribusi akibat banjir dan longsor di sejumlah titik.
Di lapangan, warga di Panyabungan terpantau harus membeli Pertalite hingga Rp20 ribu per liter. Bahkan, Pertamax dilaporkan sulit ditemukan pada beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Perdagangan Madina, Parlin Lubis, mengatakan kelangkaan terjadi karena hambatan distribusi, bukan karena stok habis di Depot Pertamina Sibolga.
Menurut dia, Bupati Madina dan Forkopimda telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan Pertamina untuk membuka jalur suplai alternatif, termasuk dari Dumai.
“Pemkab bersama Forkopimda memantau perkembangan distribusi setiap saat. Kita berharap dalam beberapa hari ke depan pendistribusian mulai membaik sehingga pasokan di SPBU kembali normal,” ujar Parlin, Sabtu malam (29/11).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Sementara petugas SPBU diminta mengutamakan pelayanan untuk kendaraan bermotor agar mobilitas warga segera pulih.
Sementara itu, Plt Kadis Kominfo Madina, Rahmad yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan bahwa pasokan BBM mulai masuk ke Madina pada Sabtu malam, meski belum maksimal.
Pemkab Madina melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Polres Madina memastikan penyaluran BBM bersubsidi (Pertalite dan Bio Solar) dimulai serentak pada Minggu, 30 November 2025, mulai pukul 07.00 WIB. Waktu tersebut dipilih untuk memudahkan pengawasan dan mencegah kemacetan di sekitar SPBU.
Pasokan BBM dari Terminal BBM Dumai diperkirakan tiba di sejumlah SPBU pada Sabtu malam.
Forkopimda telah menginstruksikan agar pengisian diprioritaskan bagi kendaraan bermotor untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Adapun daftar SPBU penerima pasokan 8.000 liter Pertalite per SPBU itu adalah CV Rizki Pratama, SPBU 14229320, Kotanopan, PT Tano Ponggol N, SPBU 13229105, Saba Purba, PT Tambangan J, SPBU 14229326, Aek Godang
Kemudian, PT Prima Putra A,SPBU 14229344, Sarak Matua,CV. Hj Riadoh R, SPBU 14229323, Simangambat, PT Madina Natal P, SPBU 14229325, Natal,PT. Prima Putra A, SPBU 14229344, Sarak Matua 8.000 liter Bio Solar.
