Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menjanjikan bakal meningkatkan kesejahteraan dan menghadirkan lingkungan mengajar para guru yang semakin baik di Sumut.
"Selamat Hari Guru. Mudah-mudahan guru-guru di Sumut, baik kehidupannya, dan kesejahteraannya bisa lebih baik lagi. Tempatnya mengajar bisa nyaman, bukan tempat mengeluh," kata Bobby usai puncak perayaan Hari Guru Nasional 2025 di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Gubernur menyebutkan, bahwa menciptakan kenyamanan bagi para guru di wilayah Sumatera Utara merupakan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada seluruh pihak terkait, terutama kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara bersama-sama mewujudkannya.
"Tapi jadi tanggung jawab kami juga, guru-guru yang selama ini merasa ruang lingkupnya di sekolah terancam atau tidak nyaman," tegas Bobby.
Gubernur juga menyoroti maraknya kejadian antara guru dan murid yang kemudian diviralkan melalui media sosial dalam beberapa bulan terakhir ini.
Pihaknya juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga untuk memperketat pemantauan terhadap kasus-kasus tersebut.
Diketahui, Sopian Daulai Nadeak, guru honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru Deli Serdang menjalani pemeriksaan penyidik Polrestabes Medan atas laporan dugaan penganiayaan terhadap muridnya di Medan, Sumut, Selasa (28/10).
Padahal Sopian hanya melerai perkelahian sesama muridnya dengan mengamankan mereka ke ruangan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Kutalimbaru Deli Serdang, Sumut, Jumat (3/10).
Tak lama orang tua salah satu murid datang, dan langsung memukul murid yang hendak berkelahi dengan anaknya, dan berikut Sopian merupakan guru anaknya.
Bahkan, Sopian juga ditunggu di luar SMK Negeri 1 Kutalimbaru, dan mendapat penganiayaan hingga bibirnya pecah serta lebam di bagian bawah mata kanan dan kiri, sehingga guru ini membuat laporan ke Polsek Kutalimbaru dengan Nomor LP/B/39/IX/2025/SPKT/ POLSEK KUTALIMBARU.
"Tolong pak kadis (kepala dinas) monitor betul. Kalau gurunya menegur walaupun keras dan masih dalam aturan, backup penuh. Tak ada cerita. Kita di sini untuk mendidik anak-anak kita," jelas Bobby.
Bobby juga tetap mengingatkan, guru tidak boleh sembarangan memberikan hukuman fisik kepada muridnya karena kebutuhan pendidikan generasi saat ini berbeda dengan zaman dulu.
"Artinya silakan mendidik anak-anak kita, bukan sedikit-sedikit mukul. Hari ini, dan zaman dulu itu beda. Tapi saya yakin para guru mengetahui dasar yang kuat dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sumut Surya menambahkan, bahwa sosok guru harus menjadi teladan dan dipercaya oleh para murid di sekolahnya.
Menurutnya, tanpa kepercayaan, maka proses pendidikan di wilayah Sumatera Utara tidak akan berjalan efektif.
"Sebagai guru itu dipercaya ucapannya, ditiru perilakunya. Jadi kalau guru sudah tidak dipercaya murid, ilmu pasti tidak bisa masuk," tutur Surya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Sumut janjikan kesejahteraan para guru semakin baik
