Tapanuli Selatan (ANTARA) - Belasan rumah penduduk di Lingkungan I, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur  Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mulai terendam banjir. 

"Banjir seperti ini diakibatkan meluapnya Sungai Batang Toru," kata salah satu tokoh masyarakat Rianiate H Jalal Nasution (63) yang menghubungi Antara, Minggu.

Luapan Sungai Batang Toru cukup pengaruh terhadap pergerakan permukaan air Danau Siais, yang jaraknya dekat ke pemukiman warga Kelurahan Rianiate berpenghuni ratusan jiwa.

"Peristiwa seperti ini sudah kerap terjadi setiap tahun. Biasanya saat musim penghujan. Bahkan warga mau sampai mengungsi, dan tinggal di posko, atau rumah keluarga yang aman dari banjir," kenangnya.

Menurut Jalal, terjadinya pendangkalan (sedimentasi-red) diduga kuat menjadi penyebab utama permukaan Air Sungai Batang Toru sering naik.

"Tidak saja merendam pemukiman, lahan-lahan pertanian/perkebunan warga juga sering ikut korban. Sehingga menimbulkan kerugian ekonomi kepada warga petani," sebutnya.

Sementara warga Keluarahan Rianiate lainnya Susanti Nasution (40) mengatakan air yang merendam lebih kurang 20 rumah penduduk ini terjadi sudah sejak 19 November 2025.

"Sampai saat ini air masih merendam rumah-rumah warga. Pun demikian belum-belum ada yang mengungsi bahkan korban. Kendaraan juga masih lalu lalang dari ruas Jalan Nasional Lintas Barat," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Tapsel Idham Halid Pulungan dihubungi Antara menyebut belum menerima laporan kejadian banjir baik pihak kecamatan pun kelurahan.

"Rianiate memang meruoakan langganan banjir. Kita mengimbau agar masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana tetap waspada mengingat cuaca akhir ini kurang bersahabat," ujarnya.

Dalam siaran persnya, Sabtu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Wilayah I Sumatera Utara, Hendra Nugroho juga sudah mengingatkan terjadinya cuaca ekstrem 22 - 27 November 2025. 

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai terjadinya banjir dan banjir bandang khususnya di daerah rawan dan sepanjang alur sungai. 

"Longsor di kawasan perbukitan dan lereng curam, angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan barat, Sumatera Utara. Dapat saja terjadi," katanya.

Di katakannya, dari sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat antara lain terjadi di wilayah  Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Humbang Hasundutan, dan lainnya.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026