Medan (ANTARA) - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) direncanakan memiliki Masjid Raya Sumatera Utara di atas lahan seluas 20 hektare yang mampu menampung sekitar 100.000 hingga 150.000 umat.
"Kalau di Jakarta ada Masjid Istiqlal, kapasitasnya sekitar 200.000 jamaah. Kalau di daerah-daerah di Sumut kapasitasnya sekitar 50.000 jamaah," ucap Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumut Mohammad Hatta setelah menemui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Kamis.
Namun, kata dia, baik penentuan lokasi maupun nama masjid tersebut hingga kini belum diputuskan karena masih ada pembahasan tingkat lanjut.
Pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution terkait dengan rencana pembangunan masjid raya tingkat provinsi tersebut.
"Ada usulan lokasi masjidnya berada di eks-Bandara Polonia, lalu Sumut Sport Centre di Deli Serdang, dan Islamic Center di Martubung, Medan Labuhan," kata dia.
Dia mengatakan kompleks masjid raya milik Pemprov Sumut nantinya dilengkapi dengan fasilitas pendukung, dan menjadi pusat peradaban Islam.
"Juga akan dibangun pusat kesehatan Islami dan masjid juga akan menaungi perguruan tinggi ilmu Al Quran," katanya.
Sekda Sulaiman Harahap menyarankan penetapan lokasi Masjid Raya Sumut harus strategis.
"Intinya Pemprov Sumut mendukung penuh program pembangunan masjid provinsi," ujarnya.
Ia berharap, masjid raya nantinya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan meningkatkan silaturahim.
"Selain itu, ukhuwah antarwarga, pengembangan ekonomi, dan pusat pendidikan," kata dia.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sumut Masfullah Daulay menjelaskan kondisi Sumut Sport Centre di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ia mengatakan Sumut Sport Centre memiliki lahan seluas 301 hektare dan tempat strategis pembangunan masjid raya tingkat provinsi.
"Berdasar rencana induk akan dibangun masjid, tapi hingga kini belum terwujud. Untuk batas ketinggian di sana 68 meter. Jadi kalau tidak melewati, dan tidak perlu meminta izin lagi," katanya.
