Medan (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan 2,5 ton beras kepada para ojek online (ojol) dan warga setempat dalam menyambut Hari Bakti ke-1 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Sebanyak 2,5 ton beras itu dijadikan 500 paket, masing-masing paket berisi lima kilogram dan diberikan kepada pengemudi ojek daring, masyarakat setempat maupun pegawai honorer di kantor ini," ujar Kepala Bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Reny Elisabeth Munthe di Medan, Selasa.
Reny mengatakan pemberian satu paket beras seberat 5 kilogram tersebut sebagai wujud nyata kepedulian Imigrasi Medan kepada warga yang membutuhkan bahan pangan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan program bakti sosial dengan memberikan beras tersebut juga sebagai bukti nyata melaksanakan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya mendukung ketahanan pangan.
"Kami berharap bantuan sosial yang diberikan dapat bermanfaat bagi yang menerimanya. Aksi sosial ini terus berlanjut dan tidak putus sampai di hari ini saja," ucapnya.
Selain memberikan paket beras, kata Reny, Imigrasi Medan juga mengadakan aksi donor darah dan pengobatan gratis yang diselenggarakan di kantor untuk masyarakat.
"Puncak kegiatan ini, tentu kami terus melakukan hal yang sama untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami bukan hanya bekerja semata, melainkan hadir untuk masyarakat, " ucapnya.
Imigrasi Medan juga memperkuat pelayanan dalam pembuatan paspor melalui aplikasi guna mempermudah warga dalam mengurus proses keimigrasian.
Layanan digitalisasi seperti M-Paspor merupakan bagian dari komitmen Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
