Medan (ANTARA) - Relawan Barisan Bobby Nasution (BBN) Indonesia melepas lima ton beras dengan harga murah ke masyarakat Medan dan sekitarnya.
Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras yang menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) saat ini.
"Ini untuk membantu program Bapak Gubernur Sumut (Bobby Nasution) terkait penurunan harga beras beberapa hari lalu ada kenaikan. Ini untuk masyarakat dan menstabilkan harga," ucap Ketua BBN Indonesia Ricky Rizaldi Rangkuti saat penyaluran beras murah di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (3/10).
Ia mengatakan, beras BBN Indonesia yang dilepas ke masyarakat dihargai Rp30 ribu per lima kilogram atau setengah harga di pasaran.
Setiap orang cuma diperbolehkan membeli satu karung beras, seperti para pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat kurang mampu menjadi target program ini.
"Ada 1.000 masyarakat yang mendapatkan manfaat beras dengan harga murah ini," tegasnya.
Ricky menjelaskan, pihaknya juga akan mencoba melepas beras dengan harga murah di tempat lain.
"Kita siapkan 1.000 karung, per karung itu lima kilogram. Harapannya kita bisa menyalurkan beras murah di tempat lain, sehingga dampaknya lebih signifikan," kata Ricky.
Suryadi, penerima manfaat BBN Indonesia bersyukur mendapat beras harga murah, dan program ini terus berlanjut agar bisa membantu masyarakat kecil.
"Alhamdulillah, dapat beras murah. Kalau di pasar sekitar Rp60 ribu - Rp65 ribu per lima kilogram, ini setengahnya. Maunya ini terus berlanjut sampai ekonomi kita bagus lagi," kata Suryadi.
