Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution menyaksikan pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di kampung halaman Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution, Desa Hutapungkut, Kecamatan Kotanopan, Senin (29/9) malam.
Kegiatan yang digelar Ikatan Pemuda Hutapungkut (IPH) ini dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pelajar. Turut mendampingi bupati sejumlah pejabat Pemkab Madina, di antaranya Asisten Administrasi Umum, Lismulyadi Nasution, Plt Kepala Diskominfo, Azhar Paras Muda Hasibuan, Kepala Kesbangpol, Kapsan Usman, dan beberapa camat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Saipullah mengingatkan pentingnya sejarah kelam G30S/PKI bagi bangsa Indonesia.
Menurutnya, tragedi berdarah yang terjadi 60 tahun silam harus terus dikenang agar generasi penerus tidak melupakan pengorbanan para pahlawan.
"Gerakan itu ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah bangsanya. Semangat perlawanan itu harus tetap kita jaga untuk memperkuat persatuan,” ujar Saipullah.
Bupati juga menekankan bahwa semangat tokoh-tokoh besar yang lahir dari Mandailing Natal seperti Jenderal Besar AH Nasution, Adam Malik Batubara, Todung Mulya Lubis, dan Adnan Buyung Nasution harus menjadi inspirasi dalam membangun daerah.
Sementara itu, Ketua IPH Abdullah Batubara mengatakan pemutaran film G30S/PKI di Hutapungkut rutin digelar setiap tahun sebagai upaya pendidikan sejarah.
"Kami ingin mengenalkan perjuangan Jenderal Besar AH Nasution dan tokoh-tokoh nasional asal Madina kepada generasi muda. Harapan kami, Hutapungkut bisa dikenal sebagai desa sejarah,” kata Abdullah.
Pemutaran film di kampung kelahiran AH Nasution ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Warga yang hadir menyimak jalannya film hingga selesai sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan bangsa.
