Medan (ANTARA) - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan hari ini menerima kunjungan audiensi dari Alliance Francaise (AF) Medan sekaligus menggelar acara pelepasan tiga mahasiswa UIN SU yang akan melanjutkan studi magister di universitas-universitas ternama di Perancis.
Acara berlangsung di ruang rapat Biro Rektor UIN SU Kampus IV Tuntungan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kemitraan antara UIN SU dan Alliance Francaise Medan serta memberikan pesan dan amanah kepada para mahasiswa yang akan berangkat ke Perancis.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama strategis bertajuk Allons en France, yang difasilitasi oleh UIN SU dalam bentuk pelatihan intensif Bahasa Perancis dari level A1 hingga B2 selama tujuh bulan penuh.
Turut hadir dalam kesempatan ini dari pihak UIN SU, antara lain Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi), Prof. Dr. Ansari, MA (Kepala Pusat Layanan Internasional), Dr. Syafruddin Syam, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum), Dr.Hj.Yenni Samri Juliati Nst, MA (Kepala Prodi S1 Akuntansi Syariah FEBI) , Dr. Indira Fatra (Kepala Prodi S1 Komunikasi FIS) serta para perwakilan fakultas lainnya. Dari pihak Alliance Francaise Medan hadir Ketua Yayasan Pogy Kurniawan, Penanggung Jawab Campus France Medan Nur Hidayah, dan anggota yayasan
Kepala Pusat Layanan Internasional UIN Sumatera Utara, Prof. Ansari, MA, menyampaikan bahwa program pengiriman mahasiswa ke luar negeri merupakan bagian dari upaya kampus dalam mewujudkan visi “Smart Islamic University”.
“Salah satu program yang kami rancang di kampus tercinta ini adalah untuk menyahuti visi besar Ibu Rektor UIN Sumatera Utara yaitu ‘Smart Islamic University’ untuk membuka akses pendidikan global dan menyiapkan generasi yang mampu bersaing di ranah internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Perancis dipilih karena kontribusinya yang besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.
“Hari ini, tiga alumni UIN SU bersiap melanjutkan studi ke sana. Kami berharap mereka kembali sebagai insan berilmu yang siap membangun lembaga ini, bahkan melanjutkan hingga jenjang PhD. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat posisi UIN SU di tingkat global,” tambahnya.
Ketua Yayasan Alliance Française (AF) Medan, Pogy Kurniawan, menyampaikan bahwa studi ke Perancis merupakan peluang besar yang masih jarang disadari banyak orang.
“Perancis memiliki kualitas pendidikan tinggi yang sangat baik dengan biaya kuliah yang terjangkau, hanya sekitar 273 Euro per tahun. Program pelatihan bahasa Perancis di UINSU dilakukan secara intensif selama delapan bulan dan terbukti berhasil mempersiapkan mahasiswa untuk studi lanjut,” ujarnya.
Ia juga berharap program ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa UINSU untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kami berharap mereka yang berangkat ke Perancis bisa menjadi teladan dan pemicu semangat bagi generasi berikutnya, serta berkontribusi bagi kemajuan kampus dan bangsa. Ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi berbasis keislaman seperti UINSU,” tutupnya.
Dalam sambutannya, Nur Hidayah, Penanggung Jawab Campus France Medan yang juga alumni UIN Sumatera Utara, memperkenalkan tiga mahasiswa UINSU yang berhasil melanjutkan studi ke Perancis.
“Sebagai contoh, izinkan saya menyampaikan satu kisah inspiratif dari Genta Nugraha, mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS. Genta sebelumnya belum pernah belajar bahasa Perancis secara formal, namun dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil meraih nilai tertinggi ujian DELF B2 di Indonesia, level yang menjadi syarat kuliah dan kerja di Perancis. Ia diterima di lima kampus negeri, dan akan kuliah di salah satu kampus ternama di Paris.
“Lalu ada Azka Rayyani dari jurusan Akuntansi FEBI. Ia diterima di kampus tempat saya dulu menyelesaikan magister, yaitu di Université de Lorraine.”
“Selanjutnya, Zulfikri, mahasiswa Program Studi Ahwal al-Syakhsiyah Fakultas Syariah dan Hukum, yang berhasil diterima di empat universitas ternama di Prancis.
Ia merupakan penerima Beasiswa France Excellence, sebuah beasiswa bergengsi dari Kedutaan Besar Prancis. Saya sendiri pernah menjadi penerima beasiswa ini pada tahun 2017 dan 2019.
