Seirampah (ANTARA) - Jadi lumbung pangan di tingkat Sumatera Utara tahun 2024, Kabupaten Serdang Bedagai kembali meningkatkan hasil panen. Tak tanggung-tangguh Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya menargetkan 7 kali panen dan 2 tahun.
Hal ini disampaikan Darma Wijaya saat bersepeda melakukan pengecekan hasil pertanian padi di susur Kecamatan Teluk Mengkudu, Pantai Cermin hingga Kecamatan Perbaungan, Sabtu (26/7) pagi
Disela perjalanan, Darma Wijaya mengatakan bahwa dirinya ingin Serdang Bedagai kedepan mendapat hasil pertanian padi yang lebih maksimal mencapai 6-7 kali musim panen dalam 2 tahun berjalan.
"Ya, saat ini, Serdang Bedagai merupakan kabupaten tertinggi dalam jumlah hasil pertanian di Sumatera Utara. Oleh karenanya, saya ingin menjadikan pertanian padi ini memiliki hasil yang lebih maksimal lagi", ucap pria yang akrab disapa Bung Wiwik.
Ditambahkan Bung Wiwik, dengan hasil yang maksimal, masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai sangat merasa bersyukur dengan harga het gabah panen yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
"Saat ini, hasil pertanian padi di Serdang Bedagai cukup maksimal, mencapai 7,5 ton hingga 8,5 ton per hektarnya", ungkap Darma Wijaya.
Dengan hasil panen yang cukup baik itu, Darma Wijaya yakin hal itu akan membawa masyarakat Serdang Bedagai semakin sejahtera.
Sementara itu, Hasurungan Sinaga (47) salah seorang petani asal Dusun V Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, kepada Bupati Darma Wijaya mengaku senang akan hasil panen padi yang cukup maksimal.
"Syukur sekali pak, Hasil pertanian padi saat ini mencapai 7,5 ton sampai 8,5 ton per hektar, apalagi dengan harga gabah panen saat ini mencapai Rp. 8000 per kilogram", paparnya.
Dirinya berharap kedepan, dibawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya, hasil pertanian padi semakin meningkat dan harga gabah panen tetap stabil.
Terakhir, Hasurungan Sinaga mengaku bahwa Pemerintahan Serdang Bedagai terus perduli dan memiliki perhatian lebih terhadap pertanian khususnya pertanian padi.
