Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan di Sumatera Utara.
"Potensi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai 18 Juli pagi hingga 21 Juli pagi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Stasiun kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain di Medan, Sabtu.
Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Samudera Utara, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Bibit siklon tropis 96W di Laut Filipina sebelah timur Filipina memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin rata-rata berkisar 5-27 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara dengan kecepatan angin berkisar 16-35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung .
Jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 meter, hal itu berisiko terhadap pelayaran yang menggunakan perahu nelayan.
Sementara itu, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang tinggi mencapai 1,5 meter memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang.
