Medan (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara bersama Asian Agri memperkuat transisi energi hijau yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) ke sistem distribusi PLN di wilayah itu.
"Kolaborasi itu menjadi tonggak penting dalam transisi energi di wilayah Sumatera Utara," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki di Medan, Selasa.
Ahmad mengatakan, adanya PLTBg akan memperkuat bauran energi bersih, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.
Menurut dia, pembangkit listrik dari biogas seperti itu menjadi pilihan PLN, karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem, sehingga mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah itu.
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari "roadmap" PLN dalam merealisasikan transisi energi sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035, yang memprioritaskan pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan secara nasional.
Kolaborasi itu diwujudkan dalam penandatanganan berita acara commercial operating date (COD) untuk pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) ke sistem distribusi PLN di Sumatera Utara.
Fasilitas PLTBg dengan memiliki listrik sebesar 1 Megawatt (MW) yang dihasilkan dari kelebihan gas metana yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Energi listrik tersebut kemudian akan disalurkan ke jaringan distribusi PLN di wilayah Rantau Prapat berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) selama tiga tahun.
"Ke depan, kami berharap sinergi ini membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan sektor swasta dalam mewujudkan target transisi energi nasional menuju net zero emission," ucapnya.
Managing Director Asian Agri Sumith Fernando mengatakan, inisiatif itu merupakan bentuk konkret kontribusi sektor swasta dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan.
“Melalui fasilitas ini, kami tidak hanya mengubah limbah menjadi listrik, tapi juga mendukung ketahanan energi dan upaya dekarbonisasi di tingkat lokal,” kata dia.
