Gauff menampilkan permainan yang berani di lapangan Stadion Arthur Ashe, New York, AS, untuk menang 2-6, 6-3, 6-2 dalam waktu 2 jam 6 menit atas unggulan dua tersebut dengan heroik.
Unggulan keenam dari Florida itu melaju ke final sebagai petenis yang tidak diunggulkan. Terlebih, Sabalenka juga akan menjadi petenis putri nomor satu dunia pekan depan.
Kemenangan tersebut melengkapi perubahan haluan yang luar biasa bagi Gauff yang sempat merasa putus asa setelah tersingkir pada putaran pertama Wimbledon pada Juli.
Namun, petenis berusia 19 tahun itu bangkit kembali untuk memenangkan gelar di Washington dan Cincinnati, dan kini meraih kemenangan terbesar dalam kariernya, setelah kekalahan telak di final Grand Slam pertamanya di French Open tahun lalu.
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.