Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan atlet adalah asset paling berharga. Karenanya dia meminta pelatih untuk menjaganya, antara lain dengan memupuk kebersamaan agar si atlet senantiasa merasa nyaman dan merasa betah di daerah asalnya.
"Dari sisi kemampuan, pelatih-pelatih di Medan sudah bagus. Tetapi saya minta pelatih juga ikut menjaga atletnya agar merasa nyaman. Penting untuk lebih meningkatkan kebersamaan," paparnya.
Selain itu, sebut Eddy Sibarani, yang tak kalah penting adalah juga soal etika.
"Etika ketika menjadi pelatih sangat penting, sehingga komitmennya di cabor tersebut tidak perlu diragukan lagi. Saya melihat secara umum pelatih Medan semakin baik, termasuk dalam menerapkan disiplin. Karena disiplin adalah nafas olahraga," katanya.