Medan,17/12 (Antarasumut) - Pertemuan Lake Toba Summit 2017 dengan konsep Pariwisata Berbasis Geopark di Parapat, Sumatera Utara yang dihadiri 48 duta besar diharapkan bisa semakin mengenalkan Danau Toba
"Kehadiran para dubes (duta besar) semakin menyakinkan Pemprov Sumut ke depannya Danau Toba semakin dikenal dunia," ujar Gubernur Sumut HT Erry Nuradi di Medan, Minggu.
Dubes yang hadir antara lain dari Arab Saudi, India, Yordania, Turki, Yaman, Iran, Irak, Mesir, Italia, Rusia, Cheznya, Hungaria, Argentina, Afganistan, Aljazair, Armenia, Belarusia, Brazil, dan Pakistan.
Kemudian Dubes Palestina, Panama, Peru, Filipina, Rusia, Serbia, Solomon Island, Spanyol, Sudan, Thailand, Tunisia, Ukraina, Venezuela, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kamboja, Equador, Virginia, Finlandia, Kazakhstan, Laos, Libanon, Libya, Maroko, Nigeria, Vietnam dan Myanmar.
Gubernur menegaskan, Pemprov Sumut mengundang 48 dubes negara-negara sahabat untuk memperkenalkan Danau Toba dan termasuk potensi bisnis lainnya.
Dengan hadir di Danau Toba, para dubes bisa melihat potensi bisnis di kawasan itu sehingga diharapkan bisa mendatangkan investor.
HT Erry Nuradi mengakui Lake Toba Summit 2017 pernah dilakukan 12 tahun lalu saat gubernur Sumut masih dijabat almarhum HT Rizal Nurdin.
"Saat itu jumlah yang hadir lebih banyak dan itu membanggakan," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut Hidayati menjelaskan bahwa pariwisata berbasis Geopark adalah satu poin penting dalam menunjang pengembangan serta peningkatan kunjungan wisata hingga mancanegara.
Geopark berisi nilai sejarah yang kemudian disosialisaikan ke masyarakat luas baik dalam mau pun luar negeri.
Dia menjelaskan, Danau Toba dibuat berbasis Geopark karena nilainya lebih dari sekedar wisata.
"Geopark sudah tentu akan mendukung pariwisata, namun pariwisata belum tentu berbasis Geopark," katanya.
Geopark memiliki nilai ilmiah dari proses pembentukan Kaldera Toba yang di dalamnya banyak hal yang bisa dijelaskan, seperti proses terbentuknya Danau Toba dengan bukti batuan yang diteliti, berusia ratusan ribu tahun serta budaya dan lainnya.
Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo menyebutkan, pengembangan pariwisata Danau Toba adalah dengan memberikan pemahaman tentang tiga hal yakni pariwisata, perekonomian dan penanaman modal. Ketiganya kemudian disebut sebagai sebuah lingkaran yang saling berkait.
Untuk pengembangan itu, kata dia, diperlukan pemahaman konsep tourism (wisata) trade (perekonomian/perdagangan) dan investment (investasi).
Jadi tourism itu entri poin utama, karena paling mudah yakni sudah ada danaunya. Tetapi setelah tourism, akan dekat dengan market seperti yang terdekat Singapura dan Malaysia.
"Jadi kalau tourism maju, akan mendongkrak trade dan investasi," ujar Arie. ***1****
(T.E016/B/I023/I023) 17-12-2017 19:22:37
