Gunungsitoli, 11/3 (Antarasumut) -Sebanyak 10 orang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Belanak yang bersandar di Pelabuhan Laut Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan saombo, Kota Gunungsitoli kritis ditikam, Jum’at.
Korban dan pelaku Talimbowo Laia alias Ama Roba warga Desa Sonogeu, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan kini sedang mendapat perawatan insentif di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli.
Rohul Jaya Saputra Riau Laia (12) salah satu korban yang ditemui di RSU Gunungsitoli mengaku tidak tahu mengapa dia tiba tiba ditikam pelaku.
Menurut Rohul warga Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan, sebelum ditikam pelaku dibagian pelipis mata sebelah kiri, dia masuk kamar mandi pukul 4.30 wib dinihari, dan ketika keluar dari kamar mandi, dia ditikam pelaku dengan pisau.
“Saya tidak tahu mengapa saya ditikam pak. Kala itu pukul 4.30 wib dinihari dan kapal mau sampai di Pelabuhan Gunungsitoli, saya masuk kamar mandi untuk buang air. Ketika keluar dari kamar mandi, tiba tiba saya ditikam pelaku, sehingga pelipis mata saya sebelah kiri terluka,†ujar Rohul.
Hal serupa juga diungkapkan Samaeli Laia salah satu korban yang mengalami luka tusuk dipunggung. Samaeli menuturkan, sebelum kejadian, dia bersama dua orang anaknya berkemas, karena kapal mau merapat di Pelabuhan Gunungsitoli.
Tiba tiba terjadi keributan, sehingga dia berusaha menyingkirkan kedua karena dia takut melihat perkelahian yang terjadi diatas kapal. Tiba tiba pelaku menyerang dia, dan menikam punggungnya.
“Sebelum ditikam, saya dan dua anak saya berkemas, karena kapal yang kami tumpangi mau sampai di pelabuhan Gunungsitoli.
Tiba tiba pelaku yang sebelumnya terlihat bercakap cakap dengan salah satu penumpang membuat keributan. Karena saya kira yang berkelahi, saya berusaha menyingkirkan kedua anak saya di tempat aman, tetapi tiba tiba saya ditikam pelaku,†jelas Samaeli.
Aksi pelaku menurut Samaeli berhasil diredam salah satu penumpang kapal, dan bersama penumpang lainnya, pelaku diamankan bersama pisau yang ada ditangannya.
“Kalau dia tidak sempat diamankan pak, mungkin sudah banyak korban lainnya yang terluka. Dia menikam penumpang tanpa pandang bulu, baik itu yang sedang tidur atau sudah terjaga dan berkemas untuk turun dari atas kapal,†papar korban.
Direktur RSU Gunungsitoli Dr.Julianus Dawolo yang ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat saat mengawasi tim dokter melakukan penanganan kepada para korban mengakui jika pasien yang sepuluh orang di IGD saat ini adalah korban penikaman diatas kapal.
Namun dia bia belum bisa membeberkan secara rinci kondisi para korban, karena saat ini para korban masih mendapat perawatan insentif dari tim dokter akibat luka tusuk di uluhati, punggung dan lengan.
“Kita belum bisa membeberkan secara rinci kondisi para korban, karena korban masih dalam penanganan. Tetapi, dari kesepuluh korban, kita lihat tadi ada tiga yang kritis dan harus mendapat perawatan ekstra akibat luka tusuk di uluhati,†terang Julianus.
Di IGD RSU Gunungsitoli juga terlihat sejumlah personil Polres Nias berjaga jaga, dan pelaku yang juga mendapat perawatan karena diamuk massa dijaga dengan ketat dan tangan diborgol.
Dari informasi yang dihimpun, korban yang kini mendapat perawatan di RSU Gunungsitoli adalah Rahmiati Panggabean alias Oma (62) warga Desa Mudik,Kota Gunungsitoli, Desiana Sembiring alias Mama Icha (33) warga Desa Dahana, Kota Gunungsitoli, Syukur Ziliwu alias Syukur (19) warga Desa Afia, Kota Gunungsitoli, Alibudi Hia alias Ama Alfa (43) ABK KMP.Belanak warga Desa Mudik, Kota Gunungsitoli.
Rohul Jaya Syahputra Riau Laia (12) warga Desa Hilimagiao, kecamatan Aramo, kabupaten Nias Selatan, Sama’eli Laia (29) warga Kecamatan Aramo, kabupaten Nias Selatan, Gusman Yarman Waruwu alias Ama Fenu (27) warga Desa Sisarahili Ma’u, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias.
Hezisokhi Zalukhu alias Ama Ane warga Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Agus (38) warga Teluk dalam, kabupaten Nias Selatan dan Fatizisokhi Bu’ulolo (35) warga Desa Orahili Eho, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan.
Personil Polres Nias yang berada di RSU Gunungsitoli juga belum bisa memberikan keterangan atas kejadian tersebut, karena saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku menikam para penumpang.
