“Bantuan sosial senilai Rp.6.899 miliar yang bersumber dari dana dekonsentrasi Kementerian Pertanian yang ditampung dalam APBN 2015 diterima 145 poktan. Sementara, 50 unit sepeda motor yang diadakan dari APBD juga akan digunakan dalam mobilitas penyuluhan,” tegas Bupati Taput Nikson Nababan.
Ditegaskannya, pemberian bantuan tersebut merupakan upaya dalam mewujudkan petani yang sejahtera. Serta sebagai langkah untuk mendekatkan pencapaian keberhasilan visi misi Taput dalam sektor pertanian.
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian setempat, besaran jumlah bantuan sosial diurai untuk pengembangan optimalisasi lahan tanaman pangan padi sasaran seluas 300 Ha kepada 12 poktan senilai Rp 360 juta dalam bentuk bantuan pupuk.
Untuk pembangunan jaringan irigasi Desa yang sasaran targetnya seluas 1000 Ha diberikan kepada 22 poktan dengan total bantuan sebesar Rp.1,1 miliar yang wujudnya dalam bentuk uang.
Sementara, kegiatan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) padi inhibrida dengan sasaran target 1500 Ha diterima oleh 60 poktan dengan total nilai bantuan senilai Rp. 4,350 miliar ditujukan untuk pengolahan, sarana produksi dan pupuk organik.
Sisanya, senilai Rp.1,089 miliar untuk pembelian benih dan sarana produksi dalam menyukseskan GPPTT jagung hibrida dengan sasaran target seluas 500 Ha juga diterima oleh 51 poktan.
Pewarta: Rinto Aritonang:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.