Ketua Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sumut Efendi Panjaitan di Medan, Sabtu, mengatakan, tingginya tingkat pembauran tersebut sangat mendukung upaya memperkuat kondusivitas di daerah itu.
Dengan adanya pembauran tersebut, rasa kekompakan dan persatuan antara etnis tionghoa dengan elemen masyarakat lainnya tidak mudah terprovokasi dengan berbagai hal yang negatif.
Namun tidak dapat dipungkiri tingkat pembauran tersebut lebih menguat jika dilihat dari kehidupan masyarakat di pedesaan.
Hal itu disebabkan peluang untuk memperkuat hubungan silaturahim dan kesempatan untuk bergaul antara etnis Tionghoa dengan elemen masyarakat lainnya lebih besar.
Di pedesaan, simbol perbedaan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat tidak terlalu menonjol seperti bentuk dan lokasi rumah serta minimnya kesan eksklusivitas.
"Kalau di perkotaan, pemukiman etnis tionghoa terkesan lebih eksklusif," katanya.
Kemudian, kata Efendi, potensi untuk saling mengunjungi di pedesaan potensi juga lebih besar dengan adanya tradisi saling mengunjungi ketika merayakan hari besar keagamaan.
Demikian juga dengan peluang berkomunikasi yang cukup banyak dengan tradisi seringnya berkumpul di warung kopi atau media lain yang ada di pedesaan.
Di perkotaan, tingkat pembauran tersebut cukup tinggi tetapi media untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas agak sulit karena minimnya media yang tersedia.
"Kedua pihak ingin berbaur, tetapi media pembaurannya minim," kata politisi PDI Perjuangan itu.
Pendiri ormas Batak Tionghoa Brilian Moktar juga mengakui tingkat pembauran etnis Tionghoa dengan elemen masyarakat lainnya di Sumut semakin membaik setiap tahunnya.
Namun pihaknya tidak membantah kemajuan yang telah didapatkan selama ini perlu ditingkatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan antara etnis tionghoa dengan elemen masyarakat lainnya.
"Salah satu upaya yang dilakukan adalah saling mengunjungi. Namun jangan hanya pada lebaran, imlek, dan tahun baru saja. Itu untuk persatuan dan kesatuan," kata Brilian yang juga anggota DPRD Sumut. ***4***
(T.I023/B/S. Muryono/S. Muryono)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.