Simalungun, Sumut, 4/6 (Antara) - Sebanyak tiga unit rumah semi permanen di Kelurahan Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, terbakar pada Selasa malam.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang berlangsung dalam hitungan empat jam ini, sedangkan korban diperkirakan mengalami kerugian Rp400 juta.

Dari informasi api berawal dari rumah milik Lukas Tampubolon (38 tahun) yang membuka usaha tambal ban dan menjual bahan bakar premium ketengan.

"Saat itu saya berada di depan rumah menjaga tambal ban, tiba-tiba asap tebal mengepul dari tengah rumah," ucap Lukas.

Lukas bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun angin kencang membantu api menjalar ke rumah marga Manik (43 tahun) pengusaha ternak dan Riahma br Silalahi (34 tahun) usaha tenun.

Api padam setelah petugas dan sejumlah unit pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar dan PT STTC menyiramkan air berulang kali ke pusat kebakaran.

Kapolsek Bangun, AKP Bonggas Simarmata menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyidikan dan memintai keterangan dari sejumlah saksi.

"Dugaan sementara api berasal akibat arus pendek listrik di rumah Lukas," jelas Kapolsek Bangun.

Di lokasi, korban kebakaran dibantu keluarga serta masyarakat mencari harta benda yang masih bisa dipergunakan dari puing-puing kebakaran. Sementara warga sekitar masih cukup ramai melihat dan memberikan semangat kepada korban kebakaran. ***1***
(T.KR-WRS/C/F.C. Kuen/F.C. Kuen)

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026