Medan, 30/5 (Antara)- Bank Indonesia menegaskan, meski pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara pada triwulan I 2014 melambat atau hanya sebesar 5,6 persen, tetapi kinerja sektor perbankan masih cukup kondusif.

"Dikatakan kondusif karena aset, DPK (dana pihak ketiga) dan kredit perbankan masing-masing masih bertumbuh lumayan besar secara YoY (year on year),"kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan IX (Sumut-Aceh), Difi A Johansyah di Medan,Jumat.

Aset perbankan Sumut misalnya tumbuh 17,52 persen, DPK 14,68 persen dan kredit 16,51 persen.

Kinerja itu semakin terlihat bagus karena penyaluran kredit nyatanya juga masih didominasi kredit modal kerja atau sebesar 48,33 persen dan kredit investasi 28,15 persen.

Kredit investasi pada triwulan I sendiri tumbuh 40,78 persen menjadi Rp49,31 triliun.

"Meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 42,89 persen, tetapi pertumbuhan kredit investasi itu yang masih cukup besar menunjukkan keoptimisan pelaku usaha terhadap iklim investasi dan perekonomian Sumut,"katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, pengusaha Sumut memang masih optimistis menghadapi pasar meski sedang terjadi kelesuan yang terlihat dari harga jual dan permintaan produk ekspor dan lokal yang trennya melemah.

Keoptimisan juga terlihat dari masih terus bertahannya pengusaha mempertahankan bahkan meningkatkan produksi dan ekspornya.

"Cuma yang ditahan dewasa ini adalah peningkatan investasi khususnya dengan besar-besaran karena melihat pasar yang masih stagnan di posisi lemah,"katanya.

Dia menegaskan, bisa mempertahankan usaha saja dewasa ini, pengusaha sudah merasa sangat hebat sehingga yang diperlukan saat ini memang adalah dukungan kuat pemerintah meski dewasa ini sedang memasuki "tahun politik". (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026