Jakarta, 25/5 (Antara) - Indonesia menggarap pasar wisata alternatif terutama beberapa kawasan yang tidak secara langsung
terdampak krisis finansial global di antaranya ASEAN, China, India,
Rusia, dan Timur Tengah dalam menghadapi krisis utang Eropa dan Amerika Serikat.
"Kami menggenjot pasar wisata khususnya di ASEAN, China, India,
Rusia, dan Timur Tengah untuk mengantisipasi anjloknya wisatawan mancanegara asal Eropa agar target sembilan juta turis tahun ini bisa terjaga," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuti di Jakarta, Sabtu.
Esthy Reko Astuti mengatakan, pihaknya juga berupaya menjajaki pasar-pasar baru di antaranya Filipina, Thailand, dan Afrika.
Namun, kementeriannya tetap fokus untuk menggarap 16 negara fokus pasar di mana beberapa negara Eropa potensial tetap menjadi bidikannya.
"Setidaknya kami juga fokus untuk menggarap pasar kelas menengah ke atas di negara-negara Eropa yakni Rusia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Belanda," katanya.
Sedangkan untuk ASEAN, pihaknya mengincar setidaknya mampu menjaring setidaknya 3,5 juta turis asal ASEAN.
Esthy berharap mampu menjaring 1,75 juta wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura, 1,4 juta wisman Malaysia, 315.000 wisman Filipina, dan sisanya dari negara lain di kawasan ASEAN.
"Selama ini banyak pakar memperkirakan pertumbuhan ekonomi
negara-negara ASEAN akan stabil dan tinggi, sehingga ini menjadi peluang bagi kita di tengah kelesuan perekonomian global," katanya.
Tahun ini pemerintah telah mematok target kunjungan wisman sebesar sembilan juta orang sampai tutup tahun 2013 di mana pada 2012 sebanyak lebih dari delapan juta wisman tercatat mengunjungi Indonesia.
Pada 2014 angka itu diharapkan mampu terdongkrak hingga 10 juta
orang yang juga menandai semakin besarnya peran sektor pariwisata terhadap perekonomian negeri.(H016)
