"Syukur, penyaluran pada Triwulan I sudah di atas target sehingga diharapkan alokasi pupuk untuk Sumut tahun ini sebanyak 27.900 ton terealisasi seluruhnya," kata Sales Supervisor I PT Petrokimia Gresik Wilayah Sumut Cahyono di Medan, Sabtu.
Harapan terealisasinya penyaluran sesuai dengan kuota, kata dia, agar jatah untuk Sumut tidak lagi dikurangi pemerintah pada tahun 2014, seperti yang terjadi pada tahun ini.
Pada tahun 2013, kata dia, jatah Sumut tinggal 27.900 ton dari 2012 sebanyak 34.600 ton.
Pengurangan jatah organik Sumut itu dilakukan oleh Pemerintah mengacu pada daya serap pada tahun 2012 yang di bawah alokasi atau hanya 25.000-an ton.
Cahyono menjelaskan bahwa sebenarnya penyerapan pupuk organik di Sumut terus meningkat setiap tahun meski masih belum maksimal. Misalnya, pada tahun 2012, penyaluran pupuk organik sebanyak 25.000-an ton itu sudah naik dari realisasi 2011 sebanyak 20.000 ton.
"Diakui masih perlu sosialisasi yang lebih gencar lagi agar petani mengetahui manfaat penggunaan organik itu meski sebagian petani sudah menyadari pentingnya pupuk itu," katanya.
Pupuk organik, misalnya, untuk menormalkan lahan tanaman sehingga bisa meningkatkan produktivitas hasil panen, katanya.
Bahkan, lanjut dia, kalau untuk sektor perikanan bisa menguntungkan karena penggunaan pupuk organik bisa menumbuhkan makanan alami sehingga bisa mengurangi biaya produksi dari pengeluaran pakan.
Penggunaan pupuk organik perlu semakin diperbanyak mengingat produktivitas tanaman petani Sumut masih jauh di bawah petani di Jawa, katanya.
Cahyono memberi contoh produktivitas panen padi petani di Sumut rata-rata di bawah 6 ton per hektare, sementara di Jawa sudah sekitar 9 ton per hektare.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, M. Room S. mengatakan bahwa penggunaan pupuk organik memang masih populer di kalangan hortikultura, khususnya sayur-mayur, menyusul semakin tingginya minat konsumen membeli sayuran organik.
"Distan sedang gencar menyosialisasikan pupuk organik itu ke tanaman pangan, khususnya padi. Syukur sebagian petani sudah memahami pentingya pupuk organik untuk menormalisasikan lahan yang sudah terlalu jenuh dampak penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang," kata Room.
***3*** D.Dj. Kliwantoro (T.E016/B/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 20-04-2013 16:59:12
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.