Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara meminta masyarakat agar waspadai COVID-19 varian arcturus meski hingga kini kasusnya belum ditemukan di daerah itu.

"Kita pastikan saat ini belum ditemukan kasus COVID-19 varian arcturus di daerah kita ini, namun demikian kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," ujar Kepala Dinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan di Medan, Rabu.

Ia mengatakan, COVID-19 varian arcturus merupakan varian yang sama seperti omicron, yang berpotensi tinggi untuk menular.

Untuk itu, Alwi meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran varian baru itu.

"Kita tetap mengimbau kepada masyarakat untuk  menerapkan pola hidup sehat dengan mematuhi 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," kata Alwi.
Selain itu, Alwi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengikuti vaksinasi booster agar terhindar dari paparan wabah COVID-19 varian baru tersebut.

"Untuk menekan angka penularan COVID-19, kita mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster yang sudah difasilitasi tempatnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkes mencatat temuan dua kasus varian arcturus di Indonesia. Kasus pertama memiliki riwayat perjalanan luar negeri dari India, sedangkan kasus kedua merupakan kasus lokal.

Sedangkan tambahan lima kasus baru, dua di antaranya berasal dari Surabaya dan tiga lainnya di Jakarta. Kabar baiknya, seluruh kasus gejalanya ringan.

"Alhamdulillah, semuanya gejala ringan," kata Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril saat konferensi pers di Jakarta.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023