Badan Narkota Nasional Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengimbau pemerintah daerah di Kepulauan Nias melakukan tes urine dua kali setahun terhadap aparatur sipil negara di jajaran pemerintahan daerah masing-masing.

"Kami juga telah melayangkan surat kepada seluruh kepala daerah yang ada di Kepulauan Nias untuk melakukan deteksi dini dengan melakukan tes urine dua kali setahun kepada ASN," kata Kepala BNN Gunungsitoli Kompol Arifieli Zega di Gunungsitoli, Senin (28/6).

Hal itu ia sampaikan pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021 di halaman kantor BNN Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli.

Ia mengatakan peredaran dan penggunaan narkotika dan obat obatan terlarang sudah semakin mengkhawatirkan berbagai pihak, bahkan ada oknum ASN yang juga sudah terjerat barang haram tersebut.

Baca juga: Dinkes Gunungsitoli gelar vaksinasi massal bagi pelayan publik

"Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan. Kita dapat info jika di kalangan ASN juga sudah ada yang terjerat barang haram itu," katanya.

Secara nasional, lanjut dia, kasus narkoba terus mengalami kenaikan dimana jumlah pengungkapan tahun 2021 per bulan Juli sudah melampaui jumlah pengungkapan tahun 2020.

Sehingga melalui acara Hari 2021 yang bertema "War On Drugs" atau perang melawan narkoba menuju Indonesia Bersinar dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan upaya dalam melawan narkoba.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua instansi dan masyarakat dalam mengikuti perayaan Hani 2021 di kantor BNNK Gunungsitoli. Mari terus kita tingkatkan kerja sama dalam pencegahan narkoba," katanya.

Sementara di tempat yang sama Plt Sekda Nias Utara, Drs Folo'o Harefa, menyampaikan memang diduga sudah banyak ASN yang menggunakan narkoba.

"Saya yakin ASN di Nias Utara sudah banyak yang pakai narkoba. Bahkan kita melihat tanda tandanya, hanya belum bisa dipastikan karena belum tes urine," katanya.

Pewarta: Irwanto

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021