Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah memeriksa 6 orang terkait kebocoran pipa gas milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
 
"Penyelidikan masih dilakukan dan 6 orang saksi sudah diperiksa," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Rabu (27/1).
 
Ia mengatakan pihak terkait dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama KBR Gegana Brimob hingga saat ini masih memeriksa kondisi pembangunan pembangkit listrik tenaga bumi milik PT SMGP itu.

Baca juga: Polres Madina libatkan Polda Sumut dalam penyelidikan kasus kebocoran gas
 
"Hari ini dari kementerian ESDM dari dan KBR Gegana Brimob mengecek lokasi," katanya.
 
Sebelumnya, pipa gas milik PT SMGP di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara mengalami kebocoran pada Senin, yang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia dan 24 orang lainnya pingsan.
 
Identitas korban meninggal dunia, yakni Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Syahrani (14), dan Dahni.

Baca juga: Diduga hirup gas beracun lima warga Madina meninggal dan puluhan dirawat
 
Peristiwa itu berawal saat salah satu pekerja PT SMGP berinisial DD membuka keran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend, dan membuka kran isolasi palep panas bumi atau fluida mengalir ke silencer tersebut.
 
Saat pipa keran isolasi panas bumi itu dibuka malah mengeluarkan gas beracun dan menimbulkan korban jiwa.

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021