Penyaluran kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara masih mengalami penurunan hingga Juli 2020 akibat pandemi COVID-19.

"Terjadi penurunan penyaluran 3,8 persen secara YoY (year on year) atau menjadi Rp56,6 triliun posisi Juli 2020 dibanding Desember 2019 yang mencapai Rp59,2 triliun.," ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat di Medan, Selasa (8/9).

Kontraksi kredit, katanya, terutama didorong oleh kredit jenis menengah dan mikro. Konidisi itu akibat ada pandemi COVID-19 yang membuat daya beli masyarakat melemah sehingga berdampak pada terganggunya usaha UMKM.

Baca juga: Penyaluran kredit dan penghimpunan DPK perbankan Sumut bergerak naik

Selain penyaluran kredit turun, sektor kredit itu juga mengalami dampak gangguan pembayaran sehingga kredit bermasalah meningkat.

Risiko kredit UMKM , ujar Wiwiek Sisto Widayat, berada di atas ambang batas lima persen atau sebesar 5,1 persen pada posisi Juli 2020

"Restrukrisasi.kredit diharapkan bisa kembali memulihkan kinerja dan menekan kredit bermasalah UMKM," ujar Wiwiek

Wiwiek menyebutkan sebaran kredit UMKM masih sejalan dengan kredit secara umum, dimana fokus penyerapan tetap berada di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020