Pemerintah daerah dengan perkotaan padat penduduk seperti Jakarta dan Medan di Sumatera Utara melakukan langkah proaktif dalam langkah pencegahan COVID-19 seperti pelacakan (tracing) dan mendatangi daerah rawan untuk menemukan kasus positif.

"Begitu ada kasus positif yang dilaporkan rumah sakit kami langsung tracing ke lingkungan sekitarnya yang kontak erat dengan pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr Widyastuti dalam diskusi Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/8).

Selain itu, Widyastuti mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pencarian kasus dengan mendatangi tempat-tempat sampai ke lingkup RT/RW yang paling berisiko terjadi penularan berdasarkan laju incidence rate, atau jumlah kasus positif per 100 ribu penduduk.

Baca juga: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution positif COVID-19

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Utara DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis mengatakan angka kasus positif dari Kota Medan menyumbang hampir sebagian besar dari jumlah kasus provinsi tersebut.

Merespons hal tersebut pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan organisasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi profesi lainnya untuk memperkuat peran Puskesmas di daerah-daerah zona merah rawan COVID-19.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah 1.839 jadi 73.889 orang

Riadil mengatakan pemerintah juga terus proaktif untuk menyosialisasikan kepada masyarakat protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

"Kita satu bulan ini membantu Kota Medan menegakkan disiplin di pasar-pasar," kata Riadil, yang terlibat diskusi itu melalui virtual.

Sampai dengan Selasa (4/8) DKI Jakarta memiliki 23.026 total kasus positif dengan 14.381 pasien sembuh dan 874 meninggal dunia. Sumatera Utara memiliki 4.261 total kasus positif dengan 1.717 pasien sembuh dan 209 meninggal dunia.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020