Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan masyarakat luas harus banyak tahu atas kehadiran Kebun Raya Sipirok.

"Kebun raya itu banyak kegunaannya," Mustaid Siregar, Peneliti ahli utama Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, LIPI, mengungkapkan, kepada ANTARA, Minggu.

Selain lokasi objek wisata, kegunaan lain kebun raya sebagai pusat penelitian (edukasi) sekaligus pusat konservasi tumbuhan atau flora langka yang ada di daerah itu.

Baca juga: David Luther Lubis lantik pengurus DPD AMPI Tapsel

"LIPI hadir hanya sebagai pembinaan. Sesuai Perpres nomor 93 Tahun 2011, untuk pembangunan kebun raya diseluruh Indonesia itu dibawah binaan LIPI," jelasnya.

Sekarang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tapanuli Selatan bekerjasama LIPI mulai mengeksplorasi berbagai ragam tumbuhan mulai dari Air Terjun Silima-lima di Kecamatan Marancar.

"Eksplorasi  tumbuhan langka dengan melibatkan masyarakat akan terus berlanjut hingga ke daerah kecamatan lainnya di Tapanuli Selatan," kata Mustaid.

Melalui eksplorasi, kiranya tumbuhan langka dan bermanfaat yang ada dibumi Tapanuli Selatan bisa terselamatkan di Kebun Raya Sipirok yang berlokasi disekitaran Pusat Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan yang luasnya lebih kurang mencapai 100 hektare.

Baca juga: Sekda Tapsel wajibkan seluruh ASN dan THL isi Sensus Penduduk 2020

"Kedepannya tumbuhan langka yang berhasil dibudidaya itu akan diberi tanda (KTP) seperti nama dan asal tumbuhan, sebelum nantinya bibit-bibit tanaman akan dikembalikan lagi ke habitatnya," jelasnya.

Dia menyatakan, semakin lama flora kita semakin habis akibat kepentingan pribadi maupun kelompok (atau kehadiran tambang) dan macam-macamnya. Makanya perlu penyelematan tumbuhan.

"Pentingnya menyelamatkan tumbuhan yang langka dan bermanfaat mengingat kedepan kebutuhan masyarakat akan pangan, papan, obat, baik untuk upacara, termasuk pakan satwa liar," sebutnya.
 
LIPI yang bekerjasama dengan Dinas LHK Tapanuli Selatan bersama masyarakat yang dilatih sedang melakukan eksplorasi berbagai ragam flora yang tumbuh di lokasi objek wisata Air Terjun Silima-lima untuk dikonservasi ke Kebun Raya Sipirok. (Antara Sumut/Kodir)

LIPI katanya tidak akan mungkin mengkonservasi semua itu. Makanya daerah dilibatkan untuk dapat mau mengamankan (menyelamatkan) asset flora langka dengan membangun kebun raya demi anak cucu kedepan," kampanyenya.

LIPI optimis keberadaan Kebun Raya Sipirok kedepan disamping sebagai objek wisata karena penataannya indah. Juga akan mengandung unsur pendidikan bagi pelajar mulai dari TK sampai perguruan tinggi.

Baca juga: Bupati Tapsel lakukan pengisian Sensus Penduduk 2020

"Ada lima fungsi kehadiran kebun raya yakni sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan," katanya seraya menambahkan kebun raya untuk menjaga ekosistem, juga menjaga oksigen dan air.

Selain Kebun Raya Sipirok, LIPI lebih dahulu sudah membangun Kebun Raya Bogor, kebun raya di Bali, Kaimantan Selatan dan lainnya yang tujuannya semua sama untuk mengkonservasi flora langka dan bermanfaat.

Terkait eksplorasi, LIPI berharap jauh kedepan puluhan masyarakat Tapanuli Selatan dari berbagai displin ilmu yang dilatih diharap mampu mentransfer ilmu yang telah ditarnspormasikan.

"LIPI tidak mungkin mendampingi secara terus menerus Kebun Raya Sipirok ini, karena akan membina kebun raya lainnya," katanya sembari menyatakan perhatian Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu terkait pembangunan kebun raya diacungkan jempol.  

Harapan LIPI, orang-orang yang sudah dilatih menjadi handal. Handal  menangani eksplorasi kebun raya yang saat ini dibidangi kepala UPTD Kebun Raya Sipirok Awaluddin Pulungan, mulai dari pembibitan, memelihara, menanam dengan pola tertentu dengan kaidah-kaidah kebun raya demi keberlangsungan Kebun Raya Sipirok.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020