Ketua Aktivis Nelayan Jayantara (ANJ) Kota Tanjungbalai, Nazmi Hidayat Sinaga, mendesak aparat terkait menangkap pengusaha sekaligus unit pukat trawl yang bebas beroperasi di perairan Selat Malaka dan sudah sangat meresahkan nelayan tradisional.

Menurut Nazmi di Tanjungbalai, Kamis (13/2), bebasnya pukat trawl itu beroperasi di perairan Selat Malaka khususnya di zona tangkap nelayan tradisional sangat meresahkan, terutama bagi nelayan jaring.

Dia berpendapat, beroperasinya puluhan unit pukat trawl itu tidak mungkin tidak diketahui aparat terkait serperti Lanal Tanjungbalai-Asahan (TBA) dan Satpol Air.

Baca juga: Facebooker unggah vidio pukat trawl beroperasi di Selat Malaka

"Untuk itu, kepada Komandan Lanal TBA dan Satpol Air Polda Sumatera Utara diminta menindak tegas terhadap pukat trawl dan pengusahanya," tegas Nazmi Hidayat Sinaga.

Nazmi yang akrab disapa Bung Naz melanjutkan, selain meresahkan dan merugikan nelayan tradisionil (penjaring), bebasnya pukat-pukat trawl itu beroperasi setiap hari dipastikan merusak biota laut.

Jika pukat trawl itu terus dibiarkan bebas beroperasi, biota laut seperti terumbu karang maupun ikan-ikan kecil habitatnya sangat terancam.

Baca juga: Ribuan nelayan Tanjungbalai-Asahan unjukrasa ancam bakar pukat trawl

"Demi menjaga kelestarian ekosistem laut, aparat terkait yakni TNI-AL dan Satpol Air harus berani menindak pukat trawl dan pengusahanya," tegas Bung Naz.

Sebagaimana diinformasikan ANTARA, video amatir terkait beroperasinya pukat trawl pada
posisi N.03 08 500 dan E.100 08 500 perairan Selat Malaka yang meresahkan nelayan jaring 
diunggah pengelola akun Facebook Hallim Pjtn.

Pewarta: Yan Aswika

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020