Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru mendukung Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara yang melepasliarkan satu individu Orangutan Tapanuli yang diberinama Paya di Cagar Alam Konservasi Sibuali-buali Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (9/12).

"Kita sangat mendukung BBKSDA atas pelepasliaran Orangutan Paya setelah dinyatakan sembuh secara medis usai menjalani perawatan di Pusat Konservasi Orangutan Sumatera (PKOS) Sibolangit oleh tim dokter hewan Andika Pandu SOCP," Communications and External Affairs Director PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufick secara tertulis diterima, Senin.
 
Sebagai bukti dukungan positif, lanjut Firman, PLTA Batang Toru menerjunkan Orangutan Patrol dan Monitoring Unit (OPMU) yang tugasnya ikut melakukan pemantauan Orangutan Paya setelah pelepasan kembali.

"Kegiatan OPMU dengan memberdayakan masyarakat sekitar ini merupakan salah satu wujud aksi nyata PLTA Batang Toru dalam menjaga kelestarian ekosistem PLTA Batang Toru termasuk satwa liar yang ada di dalamya seperti orangutan," sebutnya.

Baca juga: Seekor Orangutan Tapanuli dilepasliarkan di cagar alam Sibual-buali

Selain itu PLTA Batang Toru juga tetap berkomitmen mendukung BBKSDA Sumatera Utara menjaga kelestarian ekosistem di Batang Toru termasuk satwa-satwa dilundungi seperti orangutan.

Sementara Rondang Siregar, ahli orangutan dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa PLTA Batang Toru mendukung dan berkontribusi untuk membantu kebutuhan yang dibutuhkan BBKSDA dalam pelepasan kembali orangutan Paya ke hutan.  

“Tim BBKSDA dan OPMU akan memantau orangutan Paya  selama lima sampai tujuh hari atau sampai orangutan menghilang," tambahnya. Setelah itu pemantauan oleh BKSDA dengan jadwal monitoring berkala.

Rondang mengatakan dengan bantuan PLTA Batang Toru tim OPMU akan menggunakan  aplikasi SMART Patrol yang selama ini digunakan oleh Pokja SMART Patrol di Kemeterian LIngkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara Senior Advisor on Environment PT NSHE Agus Djoko Ismanto (Adji) menambahkan bahwa  Tim Patroli Orangutan PLTA Batang Toru ada berasal dari  warga di 10 desa yang ada di sekitar proyek PLTA.

Selama ini tim patroli dengan kearifan lokalnya telah hidup berdampingan dengan orangutan secara harmonis. “Kami memberdayakan mereka dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam monitoring pergerakan satwa liar di wilayahnya,” kata Adji.  

Untuk diketahui bahwa PLTA Batang Toru merupakan program strategis nasional bagian dari pembangunan pembangkit listrik nasional total 35.000 MW.

PLTA juga bagian dari upaya nasional dalam mengurangi pemanasan global melalui pengurangan emisi karbon, suatu implementasi dari Perjanjian Paris yang diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dalam Undang-undang nomor 16/2016.  

PLTA Batang Toru diatur untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon minimal  1,6 MTon per tahun atau 4% dari target nasional dari sektor energi. Jumlah emisi karbon tersebut setara dengan penyerapan karbon dari 12,3 juta pohon.

Dalam kegiatan pelepasliaran yang dipimpin Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, juga disaksikan berbagai pihak seperti Camat Sipirok, perwakilan Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera, petugas BBKSDA, anggota Orangutan Patrol dan Monitoring Unit, dan perwakilan PLTA Batang Toru, serta sejumlah media.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019